Senin, 23 Mei 2011
Turin - Luigi Del Neri sudah dilengserkan dari posisinya sebagai pelatih Juventus. Padahal menurutnya situasi yang harus ia hadapi memang membuat 'Nyonya Tua' sedang tidak mudah ditangani.
Sebelum Bianconeri melakoni giornata terakhir Seri A, Minggu (22/5/2011), Del Neri sudah dipastikan kehilangan pekerjaan. Kontraknya dipangkas Juve lebih dini.
"Ini adalah musim yang sangat rumit dengan adanya masalah-masalah yang terus bermunculan, terutama soal cedera, jadi skuad ini tidak bisa melakukan lebih daripada yang ada saat ini. Pelatihnya harus bertanggung jawab, tapi kami semua sudah berusaha," kata Del Neri di Football Italia.
Baru ditunjuk musim panas tahun lalu, Del Neri lantas mengeluhkan minimnya waktu yang diberikan kepadanya di dalam meracik tim. Apalagi itu ia terima di tengah tingginya ekspektasi.
"Yang sulit untuk ditangani adalah klub dan fans yang langsung ingin menang meski banyak banyak perubahan. Sederhananya kedua hal itu tidak cocok."
"Jika Anda ingin membangun sebuah tim, itu butuh waktu. Atau jika Anda ingin langsung menantang Real Madrid atau Bayern Munich maka Anda harus membeli tim yang berisi penuh para pemain bintang," paparnya.
Musim depan Juve dipastikan tidak berkompetisi di Eropa setelah hanya finis di posisi tujuh yang tidak cukup membuatnya lolos bahkan ke Liga Europa.
"Setelah tiga kekalahan beruntun, kami masih berpeluang tapi karena serangkaian elemen kami tidak mampu sampai ke sana. Media membelokkan kenyataan dari situasi yang ada dan itu terbukti sangat mencederai tim. Kami tidak diizinkan rileks dan berkonsentrasi," keluhnya.
Udine - Udinese kembali lolos ke Liga Champions setelah lima musim absen. Usai melakoni pertarungan menegangkan kontra AC Milan, akhirnya mereka bisa berpesta bersama publik Friuli.
Pelatih Udinese, Francesco Guidolin, merasa tegang selama 90 menit saat timnya menjamu Milan, Senin (23/5/2011) dinihari WIB. Pasalnya, Rossoneri tampil sangat dominan dalam pertandingan tersebut.
Jantung Guidolin berdegup makin kencang setelah eksekusi penalti Antonio Di Natale bisa digagalkan Marco Amelia. Dia tentu khawatir Milan justru bisa unggul di sisa waktu.
Akhirnya, kekhawatiran Guidolin tak terbukti. Hasil imbang tanpa gol bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil tersebut membuat seisi Stadion Friuli bergemuruh. Udinese lolos ke Liga Champions lagi setelah terakhir kali tampil pada musim 2005/2006.
"Di Natale sangat jarang gagal mengeksekusi penalti, jadi saat itu terjadi kami menyadari bahwa kami akan menderita sampai akhir," ujar Guidolin di Football-Italia.
"Saya berterima kasih kepada para pemain, klub, dan fans yang menderita bersama kami. Saya ingin menikmati malam ini sepenuhnya-- dan ini akan jadi malam yang panjang," katanya.
"Ini sebuah malam yang ajaib. Ada atmosfer yang fantastis dengan stadion yang penuh dan kami harus menikmatinya," tambah Guidolin.
"Kami akan berpikir tentang babak kualifikasi Liga Champions setelah ini. Tapi, bisa finish di peringkat keempat untuk klub seperti Udinese merupakan pencapaian yang luar biasa," tuntas pelatih 55 tahun ini.
Roma - AS Roma memastikan satu tiket ke Liga Europa musim depan setelah menang 3-1 atas Sampdoria. Sementara Juventus harus gigit jari karena mereka akan absen dari kompetisi Eropa.
Dalam laga di Stadion Olimpico Roma, Senin (23/5/2011), tiga gol Giallorossi dicetak oleh Francesco Totti, Mirko Vucinic, dan Marco Borriello. Sementara Sampdoria membalas lewat Daniele Mannini.
Hasil ini mamastikan Roma menutup musim ini di peringkat keenam klasemen Seri A dengan 63 poin dari 38 laga dan lolos ke Liga Europa. Sementara Sampdoria yang sudah pasti turun ke Seri B musim depan di peringkat ke-18 dengan 36 poin.
Juventus Imbang dengan Napoli
Hasil imbang 2-2 didapat Juve kala menjamu Napoli. Hasil ini membuat mereka tak akan berlaga di kompetisi Eropa musim depan.
Sebelum meladeni Napoli, Juve masih punya peluang kecil untuk menggusur Roma dan lolos ke Liga Europa. Syaratnya, mereka menang dan Roma kalah.
Namun, skenario tersebut tak terwujud. 'Nyonya Tua' cuma meraih hasil imbang 2-2 dengan Partenopei.
Napoli sempat dua kali unggul lewat Christian Maggio dan Cristiano Lucarelli. Namun, dua kali pula Juve menyamakan kedudukan lewat Giorgio Chiellini dan Alessandro Matri.
Dengan 58 poin, Bianconeri finish di peringkat ketujuh Seri A. Sementara Napoli tetap di peringkat ketiga dengan 70 poin dan akan lolos ke fase grup Liga Champions musim depan.
Udine - Udinese mengakhiri Seri A musim ini dengan hasil imbang 0-0 kontra AC Milan. Namun, hasil tersebut sudah cukup untuk mengantarkan Zebrette lolos ke Liga Champions musim depan.
Bertanding di Stadion Friuli, Senin (23/5/2011) dinihari WIB, Milan tampil sangat dominan. Menurut catatan statistik Soccernet, Rossoneri unggul dalam penguasaan bola 64:36.
Meski demikian, tim tuan rumah punya lebih banyak peluang mencetak gol. Mereka melepaskan 15 tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang, sementara Milan cuma membalas dengan 11 tembakan dan cuma satu yang mengarah ke gawang.
Udinese sebenarnya punya peluang emas lewat titik putih pada menit ke-74. Sial bagi mereka, eksekusi penalti yang dilakukan oleh Antonio Di Natale bisa digagalkan oleh Marco Amelia. Hasil imbang tanpa gol pun awet hingga laga usai.
Hasil imbang ini sudah cukup untuk memantapkan posisi tim asuhan Francesco Guidolin di peringkat keempat klasemen akhir Seri A dengan 66 poin dari 38 laga. Mereka pun lolos ke babak kualifikasi Liga Champions. Meski punya poin sama dengan Lazio, mereka unggul head-to-head.
Posisi Milan sendiri tak terpengaruh. Mereka yang sudah jadi kampiun musim ini mengakhiri kompetisi dengan 82 poin.
Lazio Atasi Lecce
Lazio meraih kemenangan 4-2 di kandang Lecce. Meski demikian, hasil ini tetap tak mengubah posisi mereka di klasemen akhir.
Dalam laga di Via del Mare, keempat gol Biancoceleste disumbangkan oleh Tommaso Rocchi, Mauro Zarate (dua gol), dan bunuh diri Giuseppe Vives. Sementara Manuel Coppola dan Ignacio Piatti menjadi pencetak gol tim tuan rumah.
Karena kalah head-to-head dari Udinese, Lazio pun tetap di peringkat kelima dengan 66 poin dan lolos ke Liga Europa. Sementara Lecce tetap di peringkat ke-17 dengan 41 poin.
Milan - Inter Milan memetik kemenangan 3-1 saat menjamu Catania. Giampaolo Pazzini menjadi motor kemenangan Nerazzurri berkat sumbangan sepasang golnya.
Bermain di kandang sendiri, Stadion Giuseppe Meazza, Senin (23/5/2011) dinihari WIB, Inter membuka keunggulannya pada menit 15 lewat tendangan kaki kanan Pazzini dari dalam kotak penalti.
Tiga menit babak kedua berlangsung, Pazzini mendulang gol lagi atas namanya. Gol ini dimulai dari umpan silang mendatar dari Diego Milito di sayap kanan yang dicocor tanpa kesulitan oleh Pazzini.
Pemain Jepang milik Inter, Yuto Nagatomo, menambahi dengan gol ketiga di menit 63. Gol Nagatomo ini tercipta dengan indah berkat sebuah tendangan keras kaki kanan dari bagian kanan kotak penalti.
Catania mencetak gol hiburan lewat tendangan Pablo Martin Ledesma tiga menit setelah gol Nagatomo. Hingga laga berakhir, skor 3-1 buat keunggulan Inter bertahan.
Palermo Tertunduk
Sementara itu Palermo yang bermain kandang menjamu Chievo Verona dipermalukan tamunya itu dengan skor 1-3. Palermo membuka keunggulan lewat gol Antonio Nocerino saat laga berusia seperempat jam.
Namun Chievo tampil ganas dan mencetak tiga gol balasan melalui upaya Sergio Pellisier di menit 41, Kevin Constant di menit 66 dan Nico Pulzetti pada menit 79.
Minggu, 22 Mei 2011
Milan - Lini tengah AC Milan kehilangan pemain dengan kemampuan hebat sepeninggal Andrea Pirlo. Tapi Milanisti mungkin tak harus khawatir karena Rossoneri menjanjikan pemain top sebagai penggantinya.
Laga kontra Udinese, Minggu (22/5/2011) malam nanti akan menjadi partai perpisahan Pirlo dengan Milan. Setelah 10 tahun menetap di San Siro, kontrak gelandang internasional Italia, yang tuntas pada 30 Juni mendatang, itu tak diperpanjang Diavolo Rosso.
Meski musim ini jarang dimainkan karena cedera, hengkangnya Pirlo jadi kehilangan besar buat Milan mengingat kemampuan yang dia miliki dalam mengreasikan serangan. Tak salah kalau kemudian muncul pertanyaan siapa yang bakal dibeli Milan sebagai pengganti The Metronome.
Hingga saat ini belum ada kepastian soal hal tersebut. Namun dalam keterangan pers pada wartawan, Massimiliano Allegri memastikan kalau yang bakal diboyong mereka adalah pemain top.
"Tujuan kami adalah memenangi Liga Champions, Scudetto dan Piala Super Italia musim depan. Pengganti Pirlo merupakan (pemain) kelas dunia. Saat ini kami sudah punya beberapa pemain (berkelas dunia) termasuk Thiago Silva, Alessandro Nesta, Robinho, Zlatan Ibrahimovic dan Antonio Cassano," sahut Allegri di Football Italia.
Salah satu nama yang dikabarkan bakal merapat ke Milan adalah Marek Hamsyik. Gelandang yang kini masih terdaftar sebagai pemain Napoli tersebut punya posisi dan peran yang sama sebagaimana Pirlo di Milan.
"Juventus membuat keputusan hebat dengan mendatangkan Pirlo. Itu keputusan yang menguntungkan semua pihak, jadi langkah kami kini terpisah, tapi saya yakin dia akan menjalani periode yang bagus di Juventus," tuntas Allegri.
Milan - Samuel Eto'o akan menjalani pertandingannya yang ke-100 bersama Inter Milan di pekan terakhir Seri A 2010/11. Jelang menorehkan raihan hebat tersebut dia dapat sanjungan dari Leonardo.
Inter akan menghadapi Catania di pekan terakhir Seri A, Minggu (22/5/2011) malam waktu setempat. Jika dimainkan, laga tersebut akan menjadi pertandingan ke-100 Eto'o dalam seragam Nerazzurri.
Didatangkan dari Barcelona di awal musim 2009/2010, Eto'o total sudah mencetak 51 gol. Inilah yang membuat Leonardo menganggap penyerang kamerun tersebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
"Jika kita melihat apa yang dia raih dalam beberapa tahun terakhir, termasuk tahun ini, Anda tak bisa menyangkal Eto'o adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Musim ini dia mengoinfirmasinya dengan gol-gol yang dibuat, beragam posisi sudah dia mainkan dan dengan performa yang luar biasa," sanjung Leonardo di Football Italia.
Setelah bersama Jose Mourinho berhasil memberi Inter trofi Liga Champions, musim ini ketajaman Eto'o tidak menurun, meski Nerazzurri sempat mengalami grafik performa yang buruk. Di semua kompetisi musim 2010/11 dia 35 kali menjebol gawang lawan dari 51 pertandingan yang dijalani.
"Pertandingan besok harus dihadapi dengan konsentrasi yang baik, karena kami ingin terus berkembang sebelum final Coppa Italia kontra Palermo. Penampilan yang baik akan membawa pada penampilan bagus lainnya, jadi kami ingin menang," lanjut Leonardo.
Jumat, 20 Mei 2011
Milan - AC Milan disebut-sebut hanya akan merekrut satu pemain lagi. Tapi pemain yang akan didatangkan konon punya nama besar. Siapa? Milan masih merahasiakan.
Milan, juara Seri A musim ini, langsung sibuk menjelang berakhirnya musim. Selain sudah mendapatkan Philippe Mexes dan Taye Taiwo, sejumlah pemain lama juga telah berhasil dipertahankan lewat tambahan kontrak.
Belum berhenti beraktivitas, Rossoneri masih membidik tambahan pemain. Setidaknya ada satu punggawa baru yang akan berusaha didatangkan Milan.
"Jika tidak ada pemain top kami yang pergi, yang mana saya pikir mereka tidak akan melakukannya, maka Milan hanya akan melakukan satu pembelian lagi, seorang gelandang kiri," aku Wakil Presiden Milan Adriano Gallini di Football Italia.
Sejumlah nama santer disebut-sebut menjadi incaran Milan, seperti Javier Pastore dari Palermo, Marek Hamsik dari Napoli, Ganso yang bintang Santos dan pemain Tottenham Hotspur Rafael Van Der Vaart, dengan nama terakhir sudah dicoret Galliani.
"Mereka adalah para pemain yang sedikit mahal dan tidak akan ada yang memberi kami potongan harga. Van Der Vaart? Saya pikir tidak," jawabnya.
Lantas siapa pemain yang sedang dibidik Milan, dan kemungkinan berposisi sebagai gelandang kiri tersebut? Agen Mino Raiola, yang mewakili pemain top macam Zlatan Ibrahimovic, ikut buka suara kendati penuturannya pun sama misteriusnya dengan ucapan Galliani.
"Saya sudah bekerja sejak Januari dalam hal pembelian besar Milan. Saya harap saya bisa melakukannya sebelum 30 Agustus. Siapa orangnya? Mungkin saya akan memberitahukan Anda pada 29 Agustus," tukasnya kepada Sky Italia.
Jakarta - Ketajaman lini depan Napoli masih akan jadi momok banyak klub Seri A dalam beberapa tahun mendatang. Partenopei baru saja mencapai kata sepakat untuk memperpanjang kontrak striker suburnya Edinson Cavani.
Dikutip dari Football Italia, Cavani diikat oleh kontrak baru yang akan membuatnya bertahan bersama Napoli hingga tahun 2016. Striker Uruguay itu juga dapat kenaikan bayaran dari sebelumnya 1,8 juta euro menjadi 2 juta euro per musim.
Cavani datang ke Stadion San Paolo setelah diboyong dari Palermo tahun 2010 lalu. Meski baru semusim bergabung dengan Napoli, pesepakbola 24 tahun itu bisa langsung klop dengan rekan-rekannya dan bahkan menjadi top skorer klubnya.
Total sudah 26 gol dibuat Cavani musim ini dari 35 pertandingan yang dijalani di Seri A. Dia pun kini duduk di posisi dua daftar top skorer Seri A dengan hanya tertinggal dua gol dari Antonio Di Natale di posisi teratas.
Dengan tingkat produktivitasnya yang sangat tinggi, Cavani sempat dikabarkan jadi incaran banyak klub papan atas Eropa. Namun dengan deal yang kini tercapai dia dipastikan tak akan pergi ke mana-mana.
Milan - Seiring dengan kesuksesan AC Milan meraih Scudetto, masa depan Antonio Cassano bersama Rossoneri malah dispekulasikan. Tapi rumor itu sepertinya jauh dari fakta.
Cassano direkrut Milan dari Sampdoria bulan Januari lalu. Ia hijrah setelah terlibat perselisihan dengan bos Il Samp Riccardo Garrone.
Sejauh ini impresi pemain asal Italia itu di Milan terbilang cukup oke kendati kesempatannya tampil belum banyak-banyak amat. Boleh jadi karena Cassano belum tampil rutin pula maka isu dirinya bakal angkat kaki pun muncul.
Akan tetapi, Beppe Bozzo selaku agen Cassano langsung membantah rumor yang beredar. Ia menegaskan kliennya akan tetap bersama Merah-Hitam.
"Antonio akan tetap di Milan. Ia sangat bahagia dan tidak ada alasan ia hendak pergi," tukas Bozzo kepada Sky Sport 24.
Penegasan dari kubu Cassano itu menguatkan pernyataan bernada serupa yang datang dari kubu Madrid, melalui Adriano Galliani sang wakil presiden.
"Ia tidak pernah menuturkan ketidakpuasan berada di sini. Ia punya kontrak sampai dengan 2014. Jika ia tidak senang maka kita bisa membicarakannya," ujar Galliani.
Salah satu klub yang dikabarkan meminati Cassano adalah Palermo. Tetapi klub itu pun membantah ingin merekrut pemain bersangkutan karena perkara finansial.
"Cassano tidak akan pernah datang ke Palermo. Gajinya terlalu besar untuk kami, kami tidak mampu membayarnya," jelas Presiden Maurizio Zamparini.
Selasa, 10 Mei 2011
Turin - Langkah Juventus untuk berkompetisi di Eropa musim depan semakin berat. Ini terjadi usai Alessandro Del Piero dkk. ditahan Chievo Verona 2-2. Padahal sebelumnya Bianconeri sempat unggul 2-0.
Laga Juventus kontra Chievo berlangsung di Olimpico Grande Torino, Selasa (10/5/2011) dinihari WIB. Tuan rumah unggul 2-0 terlebih dahulu lewat penalti Alessandro del Piero dan gol Alessandro Matri.
Namun kemudian Chievo berhasil mencetak dua gol dalam kurun waktu sekitar satu menit. Usai memperkecil lewat Fernando Uribe di menit ke-68, Gennaro Sardo menyelamatkan I Mussi Volanti dari kekalahan lewat gol menit ke-69. Gol-gol tim tamu lahir akibat buruknya koordinasi lini belakang Juventus.
Hasil seri ini membuat kans "Zebra Turin" untuk berkiprah di kompetisi Eropa musim depan semakin berat. Tambahan satu poin membuat Juventus ada di urutan ketujuh dengan poin 57. Sementara itu Chievo ada di urutan ke-13 dengan nilai 43.
Jalannya Pertandingan
Juventus membuka keunggulan di menit ke-13 melalui penalti Alessandro del Piero. Sebelumnya tendangan 12 pas diberikan wasit usai Simone Pepe dilanggar Marco Andreoli.
Dua menit berselang kiper Chievo Stefano Sorrentino menggagalkan usaha Juventus yang hadir melalui sepakan Alberto Aquilani.
Aquilani kembali mendapatkan kesempatan di menit ke-23. Namun sepakannya setelah menerima umpan Marco Motta masih melambung di atas gawang.
Kans Chievo untuk menjebol gawang lawan hadir saat pertandingan berusia setengah jam. Sepakan Bojan Jokic masih bisa diamankan oleh Gianluigi Buffon.
La Vecchia Signora menambah keunggulan sepuluh menit babak kedua berjalan. Umpan terobosan Del Piero berhasil dimaksimalkan oleh Alessandro Matri untuk menjebol gawang yang dijaga Sorrentino.
Dua menit berselang, tim Zebra Turin hampir menambah skor. Namun tandukan Milos Krasic yang menyambut umpan Matri masih melebar.
Chievo menyamakan skor dalam kurun waktu sekitar satu menit! Fernando Uribe berhasil memperkecil ketnggalan tim tamu di menit ke-68. Tak lama berselang, sepakan Gennaro Sardo dari luar kotak penalti menjebol gawang Juventus dan membuat skor menjadi imbang 2-2. Seluruh gol I Mussi Volanti lahir akibat buruknya lini belakang La Vecchia Signora.
Setelahnya kedua tim saling melancarkan tekanan. Menit ke-77 tandukan Giorgio Chiellini bisa dihadang Sorrentino. Bola sempat terlepas dari tangan kiper Chievo itu namun tidak ada pemain Juve yang memanfaatkan situasi tersebut.
Tak lama berselang, serangan balik Chievo mengancam gawang tuan rumah. Namun Buffon berhasil mengamankan situasi.
Sepuluh menit menuju bubaran, usaha Giorgio Chiellini masih membentur tiang gawang. Tak lama berselang, blunder hampir dilakukan barisan belakang Juventus. Buffon keluar meninggalkan kotak penalti guna mencegah pergerakan Sergio Pelissier.
Usaha Buffon gagal dan Pellissier berhasil berkelit dan mengoper ke Fernando Uribe. Beruntung bagi Juve karena sepakan Uribe masih bisa dibuang Marchisio.
Enam menit menuju bubaran, giliran tandukan Luca Toni yang masih menghantam tiang gawang.
Susunan Pemain
Juventus: Buffon; Chiellini, Barzagli, Grosso, Motta, Marchisio, Aquilani, Pepe, Krasic (Toni 79), Del Piero, Matri
Chievo Verona: Sorrentino; Cesar, Mantovani, Andreolli, Rigoni, Fernandes, Constant (Uribe 64), Jokic (Mandelli 78), Sardo, Threau (Bogliancino 40), Pellissier
Minggu, 20 Maret 2011
Palermo - Hasil buruk didapatkan AC Milan dalan lawatannya ke markas Palermo. Rossoneri dipaksa pulang dengan tangan hampa usai menyerah dengan skor 0-1.
Bertempat di Renzo Babera, Minggu (20/3/2011) dinihari WIB, kemenangan Palermo berkat gol tunggal Dorin Goian.
Palermo sempat menguasai babak pertama, namun permainan Milan semakin apik di babak kedua dan menghasilkan beberapa peluang bagus. Sayang Milan tidak dapat mencetak gol balasan sehingga harus menelan kekalahan.
Il Diavolo Rosso tetap di puncak klasemen dengan nilai 62 terpaut lima angka dari Inter Milan yang ada di bawahnya. Namun jarak akan terpangkas menjadi dua poin jika Nerazzurri mempecundangi Lecce, Minggu (20/3) malam WIB.
Palermo dengan kemenangan ini naik ke urutan tujuh klasemen dengan nilai 43. Javier Pastore dkk. terpaut enam angka dari AS Roma yang menghuni slot terakhir ke zona Eropa.
Jalannya Pertandingan
Palermo langsung menggebrak setelah kickoff pertandingan dilakukan. Sebuah gol lahir saat laga baru berusia 11 menit.
Dorin Goian membuat Palermo memimpin 1-0. Diawali sepak pojok, bola jatuh ke kaki Goian. Para bek Milan tampak mengira ia offside namun pemain Rumania ini melepas sepakan keras yang bersarang di pojok kiri atas gawang yang dijaga Christian Abbiati.
Dua menit kemudian Milan mendapat peluang emas. Dari sepak pojok di sisi kiri, Mathieu Flamini menyentuh bola di depan gawang namun tidak ada yang menyambut. Alessandro Nesta yang ada di tiang jauh tidak sanggup menjangkaunya.
Menit ke-30 Javier Pastore memperoleh operan backheel dari Mauricio Pinilla saat mencapai pinggir kotak. Ia lantas menembak tapi masih melebar ke sisi kiri gawang.
Pastore! Pergerakan pemain muda ini benar-benar merepotkan pertahanan Milan. Sepakannya dari jarak dekat hampir saja berbuah gol andai Abbiati tidak menangkap bola.
Milan membalas melalui Antonio Cassano semenit kemudian. Ia melakukan tusukan dari sisi kanan dan menggiring bola ke sudut yang sempit sayangnya sepakan mantan Sampdoria in masih melambung di atas mistar Salvatore Sirigu.
Bombardir serangan Palermo terus menggempur Milan pasca restart. Operan Antonio Nocerino diterima Josip Ilicic yang menendang dan berhasil di selamatkan. Start bagus dari tim tuan rumah di babak kedua.
Di menit 49 serangan balik dilakukan Milan lewat Alexandre Pato dan Palermo kembali melawan. Pinilla dengan bola di sisi kiri, dia berlari memotong dan membuat tembakan. Akan tetapi bola masih tepat mengarah di pelukan Abbiati.
Satu lagi peluang didapat Palermo. Operan Federico Balzaretti diterima Pastore yang melepas umpan ke depan gawang. Matteo Darmian yang berada di posisi bagus gagal menjangkau bola. Keunggulan Palermo 1-0 belum berubah hingga menit 57.
Tim tamu mendapat tendangan bebas setelah pelanggaran dari Bazaretti di menit 63. Seedorf mendapat bola dan melepas sepakan yang masih sanggup dijinakkan Sirigu.
Tiga menit berselang, Sirigu harus berjibaku menyelamatkan gawangnya. Ignazio Abate mengoper kepada Robinho di sisi kanan yang diteruskan oleh tembakan dari Mathieu Flamini.
Kerja sama Cassano-Robinho membuat Sirigu kepayahan. Permainan Milan mulai membaik saat ini.
Di menit 79, Cassano menjemput Luca Antonini di sayap kiri yang melepas umpan silang kepada Gennaro Gattuso. Rino menyambutnya dengan sundulan tapi bisa dimankan Sirigu.
Fabrizio Miccoli! Lima menit menjelang berakhirnya waktu normal laga, Miccoli melakukan pergerakan di area penyerangan yang jarang dilakukan Palermo. Ia lantas membuat tembakan namun masih terlalu mudah buat Abbiati.
Abel Hernandez! Satu peluang terbuang! Kerja sama Hernandez-Miccoli berjalan apik, bola dikembali kepada Hernandez yang berada di dalam kotak. Ia cuma tinggal berhadapan dengan kiper namun tembakannya malah melebar.
Susunan Pemain
PALERMO: Salvatore Sirigu, Dorin Goian, Giulio Migliaccio, Ezequiel Munoz, Antonio Nocerino, Armin Bacinovic (Afriyie Acquah 69') , Federico Balzaretti, Matteo Darmian, Mauricio Ferreira Pinilla (Abel Hernandez 89'), Josip Ilicic, Javier Pastore (Fabrizio Miccoli 73')
AC MILAN: Christian Abbiati, Thiago Silva, Alessandro Nesta, Marek Jankulovski (Luca Antonini 16'), Ignazio Abate, Mark Van Bommel (Kevin-Prince Boateng 53'), Clarence Seedorf, Mathieu Flamini, Gennaro Gattuso, Antonio Cassano, Pato (Robinho 64')
Roma - Lazio terus memanaskan persaingan merebut satu tiket ke Liga Champions musim depan. Kemenangan 1-0 yang mereka raih saat menjamu Cesena membuat Biancoceleste masuk zona empat besar.
Bertanding di Stadion Olimpico, Roma, Sabtu (19/3/2011), Lazio unggul cepat saat laga baru berjalan dua menit. Mauro Zarate sukses meneruskan operan matang Stefano Mauri untuk menggetarkan gawang tim tamu.
Di penghujung babak pertama, Giuseppe Biava nyaris memperbesar keunggulan Lazio. Sundulannya memanfaatkan sepak pojok Hernanes bisa diselamatkan secara gemilang oleh Francesco Antonioli.
Antonioli kembali menyelamatkan gawang Cesena di awal babak kedua. Tandukan Giuseppe Sculli secara gemilang bisa diamankannya.
Cesena bukannya tanpa peluang. Tembakan Marco Parolo masih tepat mengarah ke Fernando Muslera, sementara sepakan Luca Ceccarelli belum menemui sasaran.
Di akhir-akhir babak kedua, Zarate sempat meemperoleh bebrapa peluang, namun tak satu pun yang membuahkan gol. Hasil 1-0 untuk Lazio awet hingga bubaran.
Kemenangan ini membawa Lazio naik ke peringkat keempat klasemen sementara Seri A dengan 54 poin dari 30 laga. Namun, posisi mereka bisa digusur Udinese yang terpaut satu poin di bawah mereka dan baru akan bertanding Minggu (20/3/2011). Sementara Cesena di peringkat ke-17 dengan 29 poin.
Susunan pemain:
Lazio: Muslera, Andre Dias, Biava, Garrido, Scaloni (Stendardo 78'), Matuzalem, Mauri (Kozak 87'), Hernanes (Brocchi 60'), Gonzalez, Zarate, Sculli
Cesena: Antonioli, von Bergen, Pellegrino, Lauro (Benalouane 69'), Santon, Colucci, Jimenez, Parolo, Caserta (Riski 69'), Malonga, Bogdani (Ceccarelli 45')
Milan - Malam ini Inter Milan berpeluang besar memangkas lagi jaraknya dengan pimpinan sementara Seri A, AC Milan, sebelum melakoni pertandingan krusial pekan depan, menghadapi rival sekotanya itu.
Inter mendapatkan keuntungan tersendiri dari kekalahan yang diderita Milan tadi malam. Bertandang ke markas Palermo, Rossoneri kehilangan angka, kalah 0-1.
Dalam persaingan mereka, Inter bisa merapat lebih dekat lagi dengan Milan apabila mampu mengalahkan tim papan bawah Lecce malam ini, Minggu (20/3/2011). Di atas kertas Javier Zanetti dkk bisa mengatasi lawannya itu dan melanjutkan tren kemenangan kandangnya berturut-turut menjadi sembilan kali.
Inter juga sedang dalam moral yang tinggi setelah tengah pekan lalu berhasil menyingkirkan Bayern Munich di Liga Champions. Kalah 0-1 di Giuseppe Meazza, mereka secara dramatis menang 3-2 di Allianz Arena dan berhak tampil di babak perempatfinal.
"Saya pikir itu bukan masalah," ujar pelatih Leonardo tentang kemungkinan timnya masih dilanda euforia pasca kemenangan atas Bayern, dan hal itu bisa saja membuat mereka terlena.
"Justru aneh kalau kalau tidak menikmati momen ini barang sebentar, setelah menang seperti itu. Tapi saya pikir Inter adalah tim yang sangat berpengalaman. Karakteristik terbaik mereka adalah konsentrasi dan mampu memahami keadaan, serta tahu apa yang harus dilakukan. Menemukan keseimbangan antara euforia dan konsentrasi, itulah kuncinya."
Sementara itu pemain gaek Milan Clarence Seedorf sangat kecewa pada hasil yang didapat timnya tadi malam. Ketidakmampuan memanfaatkan peluang yang dimiliki membuahkan kepahitan buat Milan di kandang Palermo.
"Sekarang kami tidak boleh terlalu memikirkan pertandingan tadi. Toh sudah kalah dan tak ada yang bisa kami lakukan," cetus gelandang asal Belanda itu, seperti dikutip Football Italia.
"Sekarang kami berharap Inter membuat kesalahan. Tapi kalau itu tidak terjadi, kami masih unggul dua poin dan akan melakoni derby untuk mencari selisih lima angka," sambungnya.
Pekan depan akan menjadi pertandingan yang krusial buat kedua kesebelasan karena akan saling berhadapan. Pada 3 April Milan akan bertindak sebagai tuan rumah buat Inter. Di pertemuan pertama di bulan November, Milan menang 1-0 lewat gol tunggal Zlatan Ibrahimovic di menit kelima.
- Jelang Liga Italia Lupakan Bayern, Fokus ke Lecce
Milan - Kemenangan atas Bayern Munich di Liga Champions tentu makin melambungkan semangat Inter Milan di sisa musim ini. Namun Nerazzurri diminta segera melupakan euforia itu untuk berkonsentrasi meraih angka penuh dari Lecce malam nanti.
Inter secara dramatis lolos ke perempatfinal Liga Champions usai menaklukkan Bayern lewat agregat gol tandang 3-3. Gol penentu lolosnya itu diciptakan ketika laga tersisa dua menit. Inter pun kini jadi satu-satunya wakil Italia di kompetisi Eropa musim ini.
Jelas ini membuktikan kekuatan serta mental juara Inter telah kembali pasca hasil-hasil buruk di awal musim ini. Di Liga Italia mereka pun sudah kembali ke jalur juara dan kini ada di posisi kedua usai tercecer di peringkat ketujuh.
"Aku percaya optimistis menumbuhkan optimistis dan kemenangan akan membawa kemenangan lainnya. Inter tahu jika saat in kami tengah memasuki momen-momen menentukan di musim ini," sahut Leonardo seperti dilansir Football Italia.
Laju apik itu pun akan diteruskan Inter ketika kedatangan Lecce di Giuseppe Meazza, Minggu (20/3) malam WIB nanti. Dengan performa terkini bukan tugas sulit tentunya bagi La Beneamata untuk meraih poin penuh dan bahkan dengan marjin skor yang besar.
Namun Leonardo enggan jumawa karena Lecce terbukti pernah mengalahkan Juventus 2-0 dan pengalaman ditahan imbang penghuni zona degradasi lainnya Brescia pekan lalu, tentu jadi pelajaran berharga pasukan 'Biru Hitam.
Itulah mengapa pelatih asal Brasil tersebut meminta anak asuhnya melupakan partai kontra Bayern dan serius menatap Lecce.
Kekalahan 0-1 AC Milan dari Palermo membuat Inter berpeluang merapatkan jarak jadi dua poin jika mampu mengatasi Lecce. Ini adalah modal bagus untuk menghadapi laga derby pekan depan.
"Lecce membuktikan di beberapa laga terakhir jika mereka telah meningkat secara konstan. Mereka mungkin akan tampil tanpa Javier Chevanton atau David Di Michele, namun itu tak akan menghentikan mereka untuk bermain terbuka dan menyerang. Kami rasa laga nanti tak akan berjalan mudah," ujar Leonardo.
"Aku tidak berpikir euforia Munich akan mengganggu kami, dimana aneh rasanya jika kami tidak menikmati tiu sebagai kemenangan yang luar biasa. Di waktu yang sama tim ini tahu jika harus berkonsentrasi untuk laga kontra Lecce. Kuncinya adalah kesemibangan antara euforia dan konsentrasi," tutup eks pelatih Milan itu.
Sabtu, 12 Maret 2011
Brescia - Cuma satu angka yang diperoleh Inter Milan dalam kunjungannya ke markas Brescia. Leonardo menilai timnya seharusnya bisa menang karena memiliki banyak peluang bagus.
Di Stadio Rigamonti, Sabtu (12/3/2011) dinihari WIB, Inter gagal memetik kemenangan seetlah ditahan Brescia 1-1. Laga ini diwarnai pengusiran satu pemain dari masing-masing kubu yakni Ivan Cordoba dan Andrea Caracciolo.
Dengan hasil ini, maka Wesley Sneijder dkk. kini memiliki 57 poin, terpaut empat poin dari sang pemimpin klasemen AC Milan. Jarak ini berpeluang melebar lagi jika Rossoneri berhasil mengalahkan Bari, Minggu (13/3).
"Kami punya banyak peluang dan seharusnya kami mendapat hasil yang berbeda,"sesal Leonardo dikutip AFP.
"Di babak pertama kami bermain seperti yang kami harapkan, kami unggul dan melakoni pertandingan dengan baik tapi di babak kedua kami kebobolan gol dari set-piece dan itu mengubah pertandingan.
"Saya tidak suka dengan hasil seri ini adalah hasil seri yang aneh karena kami membuat banyak peluang dan itu bukan tipe pertandingan yang berakhir imbang," imbuhnya.
Lucio tidak sanggup menyelesaikan pertandingan dan kemudian digantikan oleh Ivan Cordoba yang lantas membuat blunder.
"Lucio ditarik karena dia mengalami cedera," sambung mantan pemain dan pelatih Milan itu di Inter Channel.
Brescia - Inter Milan gagal memangkas jarakanya dengan AC Milan di pucuk klasemen usai diimbangi Brescia. Laga ini turut diwarnai kartu merah yang diterima satu pemain dari masing-masing tim.
Pertandingan antara Inter kontra Brescia dilangsungkan di Mario Rigamonti, Sabtu (12/3/2011) dinihari WIB. Kedua kubu harus puas membawa pulang satu angka usai bermain imbang 1-1.
Memainkan permainan yang terbuka, Inter lebih dahulu unggul lewat Samuel Eto'o di babak pertama. Akan tetapi Brescia berhasil menyamakan kedudukan lewat Andrea Caracciolo di enam menit menjelang waktu normal usai.
Inter harus bermain dengan 10 orang di menit 89 usai Ivan Cordoba diusir karena menjatuhkan Citadin Eder di kotak terlarang. Hal ini memberi kesempatan buat tim tuan rumah untuk memenangkan laga karena wasit langsung menunjuk titik putih.
Sayang sekali Caracciolo yang tampil menjadi algojo gagal melakukan tugasnya karena bola bisa ditepis Julius Cesar.
Menjelang laga usai giliran Brescia yang kehilangan Caracciolo setelah menerima kartu kuning keduanya.
Dengan hanya memetik satu angka, Inter tetap di urutan dua dengan nilai 57, terpaut empat angka dari Milan. Sedangkan Brescia masih di urutan 19 dengan nilai 26.
Jalannya Pertandingan
Brescia mengambil inisiatif serangan lewat Alessandro Caracciolo di menit delapan dengan sundulan. Akan tetapi bola masih mudah diamakan oleh Julio Cesar.
Semenit kemudian tim tamu melakukan serangan balik. Wesley Sneijder menebar ancaman dengan tendangan keras dari jarak jauh yang masih melayang di atas mistar Brescia.
Gol! Inter memimpin 1-0 di menit 18. Sepak pojok Sneijder ditanduk untuk Ranocchia, bola jauh di kaki Eto'o yang dengan tendangan voli merobek gawang yang dijaga Michele Arcari.
Brescia kemudian mendapat dua peluang lain lewat kerja sama Panagiotis Kone dengan Caracciolo di menit 33. Peluang yang bagu buat tim tuan rumah.
Goran Pandev melakukan pergerakan lari yang bagus yang menusuk hingga kotak penalti Brescia. Namun Jonathan Zebina berhasil meredam Pandev dengan tekelnya.
Caracciolo kembali mengancam pertahanan Inter. Ia berlari dan berhasil melewati penjagaan Ranocchia dan membuat sepakan mendatar namun bisa digagalkan Cesar.
Sneijder! Gelandang Belanda ini membuat tendangan keras dari jarak jauh di menit 56. Arcari masih sanggup mementahkan tendangannya.
Perlawanan Bresca diperlihatkan oleh aksi Kone yang melepas sepakan jarak jauh dua menit setelahnya. Bola masih melambung.
Maicon menggiring kerja sama dengan Pandev. Namun striker Makedonia maju hingga kotak penalti namun terpeleset dan Arcari berhasil menangkap bola.
Penampilan Arcari patut diacungi jempol. Ia menggagalkan dua peluang berbahaya dari Sneijder dan Pandev.
Gol! Brescia menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit 84. Diawali sepak pojok Diamanti, Cordoba menghalau bola dengan tandukan namun bola jatuh ke arah Caracciolo yang lantas merobek gawang Inter lewat tandukannya.
Kartu merah buat Cordoba. Ia menjatuhkan Citadin Eder di kotak terlarang yang membuahkan hadiah penalti buat Brescia.
Cesar! Inter terhindar dari kekalahan setelah Cesar berhasil menepis tendangan penalti yang dieksekusi Caracciolo.
Brescia lantas menekan melalui Diamanti. Sepakan jarak jauhnnya masih bisa ditepis oleh Cesar.
Kini gantian Caracciolo yang diusir usai menerima kartu kuning keduanya menjelang laga usai. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.
Susunan Pemain:
BRESCIA: Michele Arcari, Francesco Bega, Davide Zoboli, Jonathan Zebina, Perparim Hetemaj, Panagiotis Kone, Adam Vaas, Gaetano Berardi (Fabio Daprela 25), Marco Zambelli (Citadin Eder 61'), Andrea Caracciolo, Alessandro Diamanti
INTER: Julio Cesar, Andrea Ranocchia, Lucio (Ivan Cordoba 65'), Yuto Nagatomo (Marco Materazzi 78'), Maicon, Dejan Stankovic, Javier Zanetti, Samuel Eto'o, Goran Pandev, Giampaolo Pazzini (Housseine Kharja 70'), Wesley Sneijder
Jumat, 11 Maret 2011
- Jelang Derby Roma Hernanes Optimistis Menang
Roma - Hernanes memasang target menang dalam laga derby melawan AS Roma. Gelandang Lazio asal Brasil ini juga bertekad untuk menjebol gawang Giallorossi.
Lazio akan menghadapi Roma dalam laga bertajuk Derby della Capitale, Minggu (13/3/2011) malam WIB. Gli Aquilotti akan berusaha melakukan revans setelah di pertemuan pertama mereka takluk 0-2.
"Saya ingin itu jadi hari Minggu yang indah. Kami harus hati-hati dan tak mengulang kesalahan di beberapa derby terakhir," cetus Hernanes, seperti dikutip Football-Italia.
"Olimpico adalah lapangan yang sangat saya kenal. Ini akan lebih mudah buat saya," imbuh pemain 25 tahun ini.
Selain mengincar kemenangan atas Roma, eks pemain Sao Paulo ini juga bertekad untuk mencetak gol.
"Saya akan mencetak gol dan Lazio akan menang," yakinnya.
Lazio saat ini menduduki peringkat keempat klasemen sementara Seri A dengan 51 poin dari 28 laga, sementara Roma dua strip di bawahnya dengan selisih lima poin.
Milan - Inter Milan mesti menjaga gengsi Italia sebagai satu-satunya tim yang tersisa di Liga Champions. Tapi sebelumnya, Nerazzurri mau fokus ke Seri A dulu.
Tersingkirnya AC Milan dan AS Roma dari kancah Liga Champions pada tengah pekan ini menambah buruk kiprah wakil-wakil Italia di pentas Eropa, setelah sebelumnya juga sudah tersapu bersih dari Liga Europa.
Dengan fakta itu Seri A kini tinggal menyisakan Inter saja di kompetisi Eropa, di mana mereka sedang dihadapkan dengan tim Bundesliga Bayern Munich di babak 16 besar.
Sebagai catatan, Bundesliga adalah kompetisi yang sudah "mengambil" jatah Seri A di Liga Champions sedari musim 2012/13 mendatang. Maka jika Inter sukses menyingkirkan Bayern, publik Italia niscaya ikut senang. Ini tak ayal menambah gengsi duel tersebut.
Selain gengsi, Inter juga memikul beban lain yakni bangkit dari kekalahan 0-1 saat menjamu Bayern di leg I. Guna bertahan, La Beneamata mutlak menang dan unggul agregat saat dijamu Bayern, Rabu (16/3/2011) dinihari WIB.
Sebelum partai krusial itu sendiri Inter harus menghadapi Brescia di kancah Seri A, Sabtu (12/3/2011) dinihari WIB. Laga ini tidak kalah penting karena tim besutan Leonardo itu juga tengah mengejar pemuncak klasemen Milan yang unggul lima angka.
Dengan dua pertandingan penting sudah menunggu, Leonardo dituntut harus pintar-pintar meracik strategi. Ia memulai dengan "mengabaikan" Bayern dulu.
"Kami hanya fokus ke partai (lawan Brescia) nanti. Para pemain saya sangat termotivasi untuk menghadapi Brescia dan itu pertanda bagus," ujarnya di ESPN Star.
Brescia, nilai Leonardo, layak dapat perhatian penuh dari Inter untuk sementara waktu karena bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Apalagi nanti Brescia akan tampil di kandang sendiri.
"Menang tidak akan mudah karena Brescia adalah tim yang sulit ditebak. Mereka selama ini tampil konsisten di kandang," akunya.
- Liga Italia Pekan Ini Menanti Reaksi Milan & Roma Pasca Liga Champions
Jakarta - AC Milan dan AS Roma baru saja menelan pil pahit di kancah Eropa. Kembali ke Seri A, keduanya sudah dinanti tantangan berat: Milan mempertahankan posisi dan Roma beradu dalam derby.
Langkah Milan dan Roma di Liga Champions terhenti di babak 16 besar. Rossoneri disungkurkan Tottenham Hotspur sedangkan Giallorossi digusur Shakhtar Donetsk.
Berangkat dari hasil tersebut, Milan kini setidaknya bisa lebih fokus ke Seri A di mana mereka sejauh ini masih memuncaki klasemen dengan keunggulan lima poin dari pengejar terdekat, Inter Milan.
"Fokus kami kini pindah ke liga. Penampilan (lawan Spurs) ini memberikan kami banyak kepercayaan diri," tegas Pelatih Milan Massimiliano Allegri di Yahoosports.
Dalam upaya mengamankan posisi tersebut, pada giornata 29 ini Milan akan menghadapi Bari yang merupakan juru kunci klasemen. Maka di atas kertas mestinya Zlatan Ibrahimovic cs mampu meraih angka maksimal di San Siro, Minggu (13/3/2011).
Inter sementara itu terlihat semakin bersemangat mengejar Milan. Sang juara bertahan bertekad terus memberikan tekanan kepada rival sekotanya tersebut.
"Kami akan bertarung sampai akhir dan aku harap kami mampu meraih apa yang kami capai musim lalu," lugas penyerang Samuel Eto'o di Football Italia.
Panas di Olimpico Roma
Giornata 29 Seri A juga akan mengetengahkan duel panas antara dua tim asal kota Roma, AS Roma dan Lazio, yang acap disebut derby della Capitale alias derby ibukota.
Rivalitas antara Roma dan Lazio terkenal sengit dan ini nicaya akan tercermin di lapangan Stadion Olimpico Roma nanti.
Di papan klasemen, Lazio untuk sementara menempati posisi empat di antara Napoli yang ada di posisi tiga dan Udinese di peringkat lima. Dengan poin ketiganya berselisih tipis, Biancocelesti sudah pasti bertekad menang atas Roma agar bisa tetap berada di zona Liga Champions.
Sementara itu Roma yang berada di tempat keenam bukan hanya mengincar angka untuk membenahi posisi. Lebih dari itu, Giallorossi ingin menang dari rival beratnya guna bangkit dari hasil pahit di Liga Champions.
Langganan:
Postingan (Atom)
















