Jumat, 20 Agustus 2010

- Jelang Super Coppa Italia
Ujian Pertama Rafa

Jakarta - Laga Super Coppa Italia kontra AS Roma tak sekadar jadi tirai pembuka musim yang baru bagi Inter Milan. Sebab inilah saatnya seorang Rafael Benitez akan menjalani ujian pertamanya sebagai allenatore 'Si Ular' yang baru.

Giuseppe Meazza, Minggu (22/8/2010) dinihari WIB akan memanggungkan duel antara Inter sebagai juara bertahan Seri A musim lalu melawan runner-up Coppa Italia Roma. Laga ini pun makin jadi tradisi hampir di setiap musimnya sejak kasus Calciopoli lima tahun lalu.

Selain mengejar titel kelimanya di ajang ini sekaligus memperoleh start yang bagus dalam mengawali musim 2010/2011 yang berat, dimana Inter akan bertarung di enam kompetisi sekaligus dan berpeluang menyamai catatan Barcelona yang merebut enam gelar tahun lalu.

Laga ini juga bakal jadi pembuktian awal seberapa ampuh tangan dingin Rafa dalam meramu tim yang dipenuhi banyak pemain bintang dan tentu prestasi mentereng yang ditorehkan musim lalu.

Ya, Rafa datang ke Appiano Gentille untuk menggantikan sosok Jose Mourinho, pria Portugal yang memberikan lima gelar dalam dua tahun masa kepemimpinannya, termasuk treble winners di musim 2009/2010. Jelas bukan tugas ringan bagi Rafa meski ia punya pengalaman melatih di Valencia dan Liverpool serta didukung kekuatan finansial dari sang presiden Massimo Moratti.

Sebab mengisi posisi kursi pelatih di sebuah klub yang baru saja ditinggal Mourinho sangatlah berat. Tengok saja apa yang dialami suksesor The Special One di Porto dan Chelsea bagaimana mereka kesulitan melebihi atau setidaknya menyamai prestasi yang ditorehkan.

Rafa sendiri pergi ke Negeri Pizza juga dengan rekor tak baik di mana ia mencapai musim terburuknya selama enam tahun menangani Liverpool yaitu dengan finis di urutan ketujuh Liga Inggris musim lalu. Sebuah pertanyaan pun sempat muncul apakah Rafa pantas memegang Inter, yang kini boleh dibilang sedang membangun kejayaannya kembali?

Meskipun laga pra-musim Il Biscione di Amerika Serikat dijalani dengan tidak impresif. Namun laga pemasanan terakhir di Trofeo Tim di mana mereka berhasil mengungguli AC Milan dan Juventus. Setidaknya itu bisa jadi bukti awal bahwa Inter terlihat lebih "siap" dibanding rival-rival lainnya.

Apalagi Roma pun tak begitu bagus pula penampilannya selama laga ujicoba belakangan ini, di mana mereka sempat dihajar Olympiakos dengan skor telak 1-5.

Namun apapun itu semua hanyalah statistik dan pembuktian keampuhan sentuhan Rafa di Inter baru bisa dilihat setelah laga itu. Bisa, Rafa?
- Krasic 'Milik' Juve

Turin - Sempat mengalami tarik ulur dalam proses transfernya, Juventus kini diklaim sudah mendapatkan Milos Krasic. Ini terjadi setelah ada kesepakatan soal harga antara Bianconerri dengan pemilik Krasic, CSKA Moskow.

"Sudah beres semuanya. CSKA Moskow dan Juventus telah mencapati kata sepakat. Milos akan berada di Italia besok untuk tes medis dan kami harapkan bisa langsung diumumkan secara resmi (kepindahannya)," tutur agen Krasic, Vlado Borozan kepada Calciomercato yang dilansir Football Italia.

Kabarnya Juve harus merogoh kocek sedalam 15 juta euro untuk mendapatkan winger berpaspor Serbia itu dan akan diberi kontrak dengan durasi lima tahun.

"Angka-angka pastinya akan segera muncul ketika semuanya telah diselesaikan. Yang bisa saya katakan adalah pemain telah membuat pengorbanan penting untuk membuat mimpinya jadi kenyataan," sambung Borozan.

Juve telah mengincar Krasic sejak lama karena dinilai sebagai figur tepat untuk menggantikan Pavel Nedved yang telah pensiun dua musim lalu. Pemain berumur 25 tahun itu berkaki kidal seperti Nedved dan mempunyai perawakan hampir sama dengannya serta berasal dari Eropa Timur juga.

Sejak merumput di CSKA enam musim silam, Krasic sudah jadi pilar penting dalam kesuksesan klub tersebut merebut dua titel Liga Rusia, empat trofi Piala Rusia dan tentunya gelar Piala UEFA 2005.

Rabu, 18 Agustus 2010

- Schalke Mundur, Diego Masuk di Skuad Eropa Juve

Turin - Schalke 04 menyatakan tak akan mengejar Diego Ribas. Nama gelandang Brasil itu pun dimasukkan Juventus dalam skuad untuk tampil di playoff Liga Europa menghadapi Sturm Graz.

Shalke adalah salah satu klub Jerman yang sebelumnya santer dikaitkan akan menjadi persinggahan terbaru Diego. Selain The Royal Blues, klub lain yang sudah menyatakan ketertarikannya adalah Wolfsburg.

Dalam perkembangan terbarunya, Schalke ternyata membantah kabar yang sudah berkembang luas tersebut. Harga yang terlalu mahal, sekitar 17 juta euro sepertinya menjadi salah satu alasan klub asuhan Felix Magath itu memutuskan mundur.

"Kami tak akan membeli Diego. Tapi kami tengah mengejar pemain bertalenta lain dan akan ada pemain lain yang akan datang," sahut Magath seperti dikutip dari Football Italia.

Bianconeri sendiri sepertinya batal melepas gelandang 25 tahun itu. Soalnya mereka justru memasukkan nama Diego dalam skuad untuk tampil di playoff Liga Europa menghadapi Sturm Graz.

Performa menawan yang ditunjukkan Diego di beberapa laga ujicoba pramusim sepertinya membuat manajemen 'Nyonya Tua' dan pelatih Luigi Del Neri mengurungkan niat melego mantan pemain FC Porto dan Santos itu.

Sementara itu beberapa nama yang sebelumnya ramai beredar di bursa transfer tak dibawa Juve ke ajang nomor dua di Eropa tersebut. Mereka adalah Hasan Salihamidzic, Fabio Grosso, Mauro Camoranesi dan Jonathan Zebina.

Skuad Juventus: Manninger, Storari, Costantino; Motta, Chiellini, Bonucci, Grygera, De Ceglie, Legrottaglie, Ferrero; Felipe Melo, Sissoko, Marchisio, Lanzafame, Pepe, Diego, Martinez; Del Piero, Amauri, Trezeguet