Kamis, 02 September 2010
Stockholm - Zlatan Ibrahimovic senang bisa bergabung dengan AC Milan. Striker internasional Swedia ini menyebut Rossoneri kini memiliki serangan yang terbaik di Eropa.
Ibrahimovic saat ini sedang berada di Stockholm untuk mempersiapkan diri dengan timnas Swedia menghadapi Hongaria di kualfikasi Piala Eropa 2012. Namun dia mengaku pikirannya saat ini ada di San Siro.
"Kami memiliki serangan terbaik di Eropa. Jika saya menjadi pelatih Milan, saya akan senang," ungap Ibra seperti dilansir Football Italia.
"Saya ingin berterima kasih kepada Adriano Galliani. Ia mengatakan bahwa dia tidak bisa pergi tanp saya. Milan melakukan segalanya untuk mendapatkan saya dan tak ada seorang pun bekerja keras untuk saya sebelumnya," ujarnya
Bukan hanya itu, Ibra juga memuji pemain baru Milan lainnya, Robinho. "Robinho adalah pesulap dengan bola di kakinya. Dia sangat luar biasa," puji mantan pemain Inter Milan ini.
satu cerita miring di balik bergabungnya Leandro Rinaudo ke Juventus. Bari mengklaim bahwa Juve telah 'mencuri' bek berusia 27 tahun itu.
Rinaudo, dan juga Armand Traore adalah pemain yang didatangkan Bianconeri di hari terakhir bursa transfer musim panas 2010.
Ia bergabung dengan status pinjaman dengan opsi transfer permanen. Juve harus membayar 600 ribu euro kepada Napoli untuk meminjam pemain berkebangsaan Italia tersebut
Namun ada cerita miring yang terjadi di balik transfer Rinaudo. Bari yang mengklaim bahwa Juve telah merampas Rinaudo dari mereka.
"Kami kehilangan seorang bek. Kemarin kami menghadapi sesuatu yang jarang terjadi di sepakbola," ujar direktur olahraga Bari Guido Angelozzi seperti dikutip dari Football-Italia.
"Hingga pukul tiga sore, kami memiliki kontrak yang ditandatangani oleh Rinaudo dan juga kesepakatan dengan Napoli. Selanjutnya klub minta waktu untuk mencari pengganti Rinaudo," lanjut dia.
Angelozzi menerangkan bahwa Bari telah berhasil mengalahkan klub-klub lain yang juga berminat kepada Rinaudo. Napoli juga menjelaskan bahwa bila mereka gagal mendapatkan pengganti Rinaudo, maka pemain yang bersangkutan tetap berada di San Paolo.
"Namun pukul tiga sore sesuatu yang tidak kami harapkan terjadi, setelah Juve ditolak oleh Kakha Kaladze dan Marco Boriello. Mereka tidak tahu siapa yang harus direkrut dan mereka mendekati Rinaudo," ujar Angelozzi.
"Di waktu yang bersamaan Napoli berhasil mendatangkan Emilson Cribari dan Juve 'merampas' Rinaudo di depan hidung kami. Saya harus jujur, kemarin saya sangat marah kepada Rinaudo dan agennya, karena mereka bersikap tidak etis kepada Bari."
Meski berang, namun klub berlambang ayam jago itu mengaku pasrah karena tidak ada yang bisa mereka lakukan. "Saya memikirkan hal tersebut sepanjang malam kemarin. Saya sadar bahwa Juve masih memiliki aura dan prestise di sini. Meski begitu kami juga pantas untuk dihargai," pungkas Angelozzi.
Foto: Leandro Rinaudo (kostum biru muda) ketika memperkuat Napoli menghadapi Atalanta dalam laga yang berlangsung 9 Mei 2010 (Getty Images)
Turin - Baru sepekan lebih bergabung dengan Juventus, Milos Krasic langsung merasa kerasan. Ia suka dengan suasana di klub kota Turin itu, juga dengan metode latihan Luigi Del Neri.
Krasic menjadi pemain Juve sejak 21 Agustus lalu setelah diboyong dari CSKA Moskow dengan nilai transfer sekitar 15 juta euro. Kedatangan Krasic adalah bagian dari perbaikan besar-besaran yang tengah dilakukan Bianconeri.
"Saya merasa bahagia di Juventus dan setiap hari saya makin menyadari tentang betapa pentingnya klub ini," aku Krasic kepada media negeri asalnya, Serbia, seperti yang dikutip Football Italia.
"Tidak ada yang buruk di sini dan kesan pertama saya sangatlah positif," imbuh pemain kelahiran 25 tahun silam tersebut.
Juve musim ini berada di bawah asuhan Del Neri, yang menggantikan pelatih interim Alberto Zaccheroni di awal musim ini. Krasic menilai positif cara eks arsitek Chievo dan AS Roma itu dalam melatih.
"Saya suka pendekatan Del Neri, bahkan saat saya belum bisa bilang apakah saya mengerti taktik dan metodenya atau tidak. Saya makin paham bahasa (Italia) dan sedikit banyak berusaha mengerti," kata Krasic.
Krasic menjadi starter Juve saat 'Si Nyonya Tua' meladeni Bari di pekan pertama Seri A. Kekalahan yang harus mereka derita dianggap Krasic sebagai pelecut untuk tampil lebih baik.
"Memalukan sekali kami kalah di partai pembuka. Tapi saya percaya kami akan memperbaikinya segera, dimulai saat menghadapi Sampdoria," tuntas gelandang yang fasih bermain di kanan, kiri maupun tengah itu.
Langganan:
Postingan (Atom)


