Senin, 04 Oktober 2010
Milan - Menahan imbang Inter Milan di Giuseppe Meazza memunculkan kebangaan besar dalam diri Luigi Del Neri. Pembesut Juventus itu menyebut kalau Bianconeri mengalami banyak kemajuan terutama di lini pertahanan.
Laga Derby d'Italia antara Inter kontra Juventus berkesudahan tanpa pemenang. Di Giuseppe Meazza, Senin (4/10/2010) dinihari WIB, kedua tim gagal membuat gol yang memaksa laga tuntas dalam posisi sama kuat 0-0.
Keberhasilan mencuri poin dari kandang Inter jelas memuaskan kubu Juventus. Hal lain yang membuat Del Neri makin antusias daah kokohnya lini belakang 'Si Nyonya Tua' dalam meredam tusukan-tusukan striker lawan.
"Kami punya kesempatan mencetak gol, begitu juga Inter, jadi saya pikir imbnag adalah hasil terbaik. Kami menghadapi gelombang serangan dari Manchester City (di Liga Europa) dan Inter, jadi itu jelas menambah kekuatan lini belakang kami," sahut Del Neri di Football Italia.
Di beberapa laga Seri A sebelumnya lini belakang Juventus memang jadi masalah terbesar. Meski mampu menjadi klub dengan produktivitas terbaik hingga pekan keenam ini (membuat 12 gol), Alessandro Del Piero cs juga menjadi salah satu klub dengan jumlah kemasukan terbanyak (9 gol).
Setelah kalah di pekan pertama atas Bari dengan skor 0-1, gawang Juventus kebobolan tiga kali saat menjamu Sampdoria (3-3) dan Palermo (1-3) serta dibobol dua kali oleh Cagliari (4-2).
"Ada banyak kemajuan penting didapat, kami sekarang yakin dengan apa yang kami lakukan dan tim ini telah matang. Kami tahu kalau kami punya pemain penting dan skuad ini selalu fokus. Saya butuh semua pemain untuk berkonsentrasi dengan pertandingan, mengingat kalau mereka berada di Juventus dan semua pemain berhak mendapat posisinya," tuntas Del Neri.
Milan - Laga big match bertajuk Derby d'Italia berkesudahan tanpa pemenang. Di Giuseppe Meazza, Senin (4/10/2010) dinihari WIB, Inter Milan dan Juventus bermain sama kuat 0-0.
Cuma mendapat satu poin membuat Inter gagal merengkuh kembali posisi puncak klasemen yang pekan lalu mereka bagi bersama Lazio. Dengan total nilai yang kini dimiliki berjumlah 11, Zavier Zanetti cs duduk di posisi tiga.
Kegagalan meraih kemenangan ini melanjutkan hasil tak memuaskan yang didapat Inter di Seri A. Pekan lalu anak didik Rafael Benitez dipaksa menelan kekalahan 0-1 saat menghadapi AS Roma.
Sementara Juventus naik ke urutan tujuh dengan total delapan poin didapat. Bianconeri punya nilai yang sama dengan Palermo, Genoa, Catania, bari dan Lecce namun punya selisih gol yang lebih baik.
Seperti yang selalu terjadi jika kedua tim saling berhadapan, laga Derby d'Italia edisi ke-213 ini berjalan sengit. Baik Nerazzurri maupun Bianconeri bermain terbuka yang membuat banyak peluang tercipta dan laga menarik untuk disaksikan.
Namun setelah 2 x 45 menit waktu pertandingan tuntas, tak satupun dari kedua tim mampu melesakkan bola ke dalam gawang. Imbang tanpa gol, keduanya dipaksa puas dengan tambahan satu poin.
Jalannya Pertandingan
Di awal laga Inter sedikit tampil lebih dominan. Beberapa serangan yang dilancarkan skuad besutan Rafael Benitez berhasil masuk jantung pertahanan Juventus, meski tak ada yang benar-benar membahayakan gawang tim tamu.
Salah satu kesempatan yang dimiliki tuan rumah datang dari tendangan Dejan Stankovic dari luar kotak penalti yang jatuh ke pelukan kiper Marco Storari. Pun begitu dengan sepakan keras Jonathan Ludovic Biabiany meneruskan hasil kerjasama Philippe Coutinho dan Esteban Cambiasso yang masih melenceng dari sasaran.
Setelahnya gantian Juventus yang menekan tuan rumah dan beberapa kali menciptakan peluang matang untuk membuka keunggulan. Peluang terbaik yang dimiliki Bianconeri adalah saat Iaquinta terlambat sepersekian detik untuk menjatuhkan diri mengejar umpan Milos Krasic di muka gawang. Padahal saat itu Julio Cesar sudah gagal memotong bola yang melintas di depannya.
Tak puas dengan kinerja lini depannya, Rafael Benitez memasukkan Diego Milito saat laga berjalan 27 menit. Striker yang baru pulih dari cedera itu masuk menggantikan Biabiany.
'Si Nyonya Tua' punya beberapa peluang lain sebelum akhirnya Iaquinta bisa menjebol gawang tuan rumah di menit 30 saat membelokkan umpan yang dilepas Krasic tepat di muka gawang. Malang buat Juve wasit memutuskan membatalkan gol tersebut karena dia terperangkap offside.
Di menit-menit akhir laga Inter punya dua kesempatan menyudahi babak pertama dengan keunggulan gol. Namun upaya Milito di tiang jauh membelokkan bola yang diumpan Eto'o cuma membentur sisi luar jala gawang.
Dalam kesempatan lain Milito juga kalah cepat dari bek Juventus saat berusaha menyambar umpan Eto'o. Padahal striker Kamerun itu sudah bekerja keras dengan masuk ke kotak penalti dari sisi kiri dengan memperdaya beberapa pemain lawan.
Di awal babak kedua Inter masih sedikit mendominasi permainan. Sebuah tendangan bebas Wesley Sneijder di muka kotak penalti yang masih melenceng tipis dari sasaran membuka peluang Inter di menit 52.
Interisti yang memadati Giuseppe Meazza nyaris melonjak kegirangan di menit 60 saat tendangan Sneijder mengarah ke sudut bawah gawang Juventus. Namun Strorari bergerak cepat mengamankan gawangnya sambil menjatuhkan diri.
Berikutnya gantian Maicon yang membuang percuma peluang yang dikreasikan Sneijder. Dari jarak hanya sekitar lima meter di depan gawang, bek Brasil itu gagal menjangkau umpan cantik yang dilepaskan Sneijder.
Di sisi lain, Juve melalui Fabio Quagliarella juga menebar ancaman ke gawang Inter. Setelah sepakannya dari luar kotak penalti melayang tinggi, striker internasional Italia itu membuang kesempatan emas mencetak gol di menit 70.
Berhasil mengalahkan barisan belakang Inter dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Cesar, bola mendatar yang diarahkan Quagliarella ke sisi kiri dibaca dan ditepis dengan sempurna oleh kiper asal Brasil itu. Juve cuma dapat tendangan sudut.
Tiga belas menit sebelum pertandingan usai Cambiasso melepaskan umpan terobosan terarah dan dengan sempurnah bisa dikuasai Milto. Namun upaya sang striker memasukkan bola ke gawang terbuang percuma karena kembali arahnya masih menyamping.
Hingga akhirnya pertandingan tuntas digelar, tak satupun dari kedua kubu berhasil mencetak gol. Skor akhir laga tersebut bertahan di angka 0-0.
Susunan Pemain
INTERNAZIONALE: Júlio César, Ivan Cordoba (Davide Santon '45), Lúcio, Cristian Chivu, Maicon, Esteban Cambiasso, Dejan Stankovic, Samuel Eto'o, Wesley Sneijder, Jonathan Ludovic Biabiany (Diego Milito '31), Philippe Coutinho
JUVENTUS: Marco Storari, Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci, Paolo De Ceglie (Marco Motta '45), Zdenek Grygera, Alberto Aquilani (Mohamed Sissoko '80), Felipe Melo, Claudio Marchisio, Milos Krasic, Fabio Quagliarella, Vincenzo Iaquinta (Alessandro Del Piero '64)
Jumat, 01 Oktober 2010
- Jelang Derby d'Italia Benitez Harapkan Laga Menarik
Milan - Rafael Benitez tahu bawa Juventus tak akan mundur sedikit pun kala menghadapi timnya akhir pekan ini. Maka, Benitez pun mengharapkan laga yang menarik nanti.
Inter Milan dan Juve akan bertemu di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (3/10/2010). Laga yang dilabeli Derby d'Italia ini berlangsung beberapa hari setelah Inter meraih kemenangan telak 4-0 atas Werder Bremen di Liga Champions.
Kendati kemenangan itu menjadi modal bagus bagi Inter, Benitez mewanti-wanti skuadnya bahwa Juve bisa saja mendatangkan ancaman. Akhir pekan silam, Juve mengamuk dan menundukkan Cagliari 4-2--dengan bantuan trigol dari Milos Krasic.
La Beneamata sendiri diperkirakan akan tampil tanpa sejumlah pemain utama yang cedera. Mereka di antaranya adalah Javier Zanetti, Walter Samuel, Diego Milito dan Goran Pandev. Sementara kondisi kiper Julio Cesar dan bek Lucio masih diragukan.
"Sekarang kami harus memantau untuk memulihkan sejumlah pemain yang cedera untuk persiapan laga melawan Juventus," ujar Benitez seperti dilansir ESPN Star.
"Saya pikir, Juve adalah tim yang bagus. Mereka tak takut pada kami dan saya mengharapkan pertandingan yang menarik nanti," tukasnya.
Laga terakhir Inter di Seri A tak berakhir dengan baik. Mereka kalah 0-1 dari AS Roma akibat gol telat Mirko Vucinic. Padahal Inter bermain dominan dalam laga tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)

