Senin, 08 November 2010
Roma - Claudio Ranieri dalam mood riang usai AS Roma menundukkan Lazio di giornata 10 Seri A. Fakta bahwa hasil itu membuat Giallorossi sudah dua partai beruntun meraih kemenangan tandang perdana kian membuatnya ceria.
Dijamu Lazio dalam Derby della Capitale di stadion Olimpico Roma, Minggu (7/11/2010) malam WIB, Roma sukses memetik kemenangan 2-0. Ini menjadi kemenangan ketiga beruntun Roma di seluruh kompetisi dan kedua berturut-turut di markas lawan.
Sebelum itu, Roma juga memetik kemenangan tandang 3-2 di Liga Champions saat melawat ke markas Basel. Sedangkan di giornata Seri A sebelumnya, mereka menang saat menjamu Lecce.
"Kami menampilkan partai bagus dan dalam beberapa hari terakhir menyudahi beberapa tabu, setelah memenangi partai tandang pertama di Liga Champions dan juga kemenangan tandang perdana di Seri A, walau itu terjadi di Olimpico," kata Ranieri di Football Italia.
Kemenangan atas Lazio, si pemuncak klasemen sementara, sudah mendongkrak posisi Roma ke peringkat tujuh. Tapi untuk Ranieri, yang terpenting kini adalah Roma sudah mulai terlihat berbeda dari sebelumnya.
"Saya sangat puas dengan penampilan pemain, terlepas dari gol-golnya, karena Roma tampil dengan cerdas dan taktis. Saya melihat Roma yang beda, kini ada determinasi dan rasa lapar."
"Kami mulai mengatasi periode sulit ini dan sekarang harus terus lanjut seperti ini untuk menghadapi partai sulit lagi tiga hari ke depan," lugas Ranieri.
Roma saat ini mengoleksi 15 poin dari sepuluh laga. Partai kontra Lazio menjadi kemenangan tandang perdana Roma di Seri A setelah sebelumnya tiga kali kalah dan sekali imbang.
Minggu, 07 November 2010
Milan - Nasib buruk bagi Inter Milan tak hanya sampai ditahan imbang 1-1 oleh Brescia di kandang sendiri. Beberapa pemainnya cedera, dan bahkan Wesley Sneijder nyaris pingsan di ruang ganti.
Setidaknya ada tiga pemain Inter yang cedera dalam laga di Giuseppe Meazza tersebut. Maicon keluar lebih dulu di menit 27 dan digantikan oleh Ivan Cordoba. Lalu menyusul kemudian Sneijder di menit 46 dan Walter Samuel di menit 50.
Sneijder, Maicon dan Samuel disebut pelatih Rafael Benitez mengalami cedera pada bagian lutut. Cedera Samuel dan Sneijder bahkan disebut sang allenatore cukup serius.
"Samuel mengalami cedera di lututnya dan terlihat serius. Sneijder hampir pingsan di ruang ganti," ungkapnya di Football Italia.
"Maicon juga mengalami masalah di lututnya, tapi telah bekerja dengan baik dan mendapatkan beberapa ketegangan di kakinya dalam dua laga terakhir," lanjutnya.
Cederanya tiga pemain inilah yang disebut Rafa menghalangi timnya bermain maksimal. Akhirnya, hanya satu poin yang berhasil mereka raih.
"Ada banyak masalah yang menghalangi kami menguasai pertandingan," tukasnya.
==============
Foto: Walter Samuel tergeletak menahan rasa sakit. Ia ditarik pada menit 50 dan digantikan oleh Davide Santon. (Getty Images)
Milan - Inter Milan kembali tersendat dalam upayanya menuju puncak klasemen Seri A. Sempat tertinggal lebih dulu, Nerazzurri cuma bisa mengamankan satu poin saat mejamu Brescia.
Di Giuseppe Meazza, Minggu (7/11/2010) dinihari WIB, Inter turun dengan kekuatan terbaiknya dan berambisi memetik kemenangan demi merapatkan jarak ke puncak klasemen. Namun anak didik Rafael Benitez akhirnya harus puas dengan tambahan satu poin usai bermain imbang 1-1.
Zavier Zanetti cs bahkan tertinggal lebih dulu melalui Andrea Caracciolo di babak pertama. Gol penyama tuan rumah datang dari eksekusi penalti Samuel Eto'o.
Tambahan satu poin tak menggeser posisi Inter dari tangga kedua klasemen dengan poin 19, terpait tiga dengan Lazio yang akan menghadapi AS Roma malam nanti. Inter bisa digusur AC Milan andai saudara sekotanya itu bisa memetik poin maksimal dalam lawatan ke Bari.
Jalannya Pertandingan
Di kandang sendiri, Inter tampil dominan pada menit-menit awal. Dua sepakan ke arah gawang yang dilespaskan Wesley Sneijder dan Eto'o masing-masing di menit empat dan enam masih bisa ditepis kiper Michele Arcari.
Namun justru tim tamu yang mampu lebih dulu mencetak gol saat laga masuk menit 14. Mendapat umpan panjang, Andrea Caracciolo melewati Walter Samuel dan menceploskan bola ke dalam gawang Luca Castellazzi. Inter harus membayar buruknya lini belakang mereka dengan sementara tertinggal 0-1.
Nerazzurri langsung bereaksi melalui tendangan jarak jauh Coutinho bisa diblok Arcari. Dari kejadian tersebut Eto'o punya peluang melakukan rebound dan mencetak gol, namun bola lebih dulu dibuang jauh oleh Simone Dallamano.
Selanjutnya Inter kembali tampil superior dengan banyak melakukan tekanan dan terus melepaskan tembakan. Eto'o punya peluang lain di menit 27 saat sepakannya dimentahkan mistar, pun begitu dengan Goran Pandev saat tendangannya masih melenceng dari sasaran. Sementara upaya terakhir melalui Coutinho lima menit sebelum turun minum, di mana tendangannya melebar jauh dari target.
Pemain pengganti, Joel Chukwuma Obi mengawali gempuran Inter di awal babak kedua saat sepakan volinya melayang tinggi. Setelah akselerasi Eto'o ke dalam kotak penalti kembali mentah di tangan Arcari, Inter akhirnya menyamakan kedudukan di menit 73 melalui eksekusi penalti.
Wasit menunjuk titik putih setelah Gaetano Berardi mendorong Eto'o di dalam kotak penalti. Eskekusi striker Kamerun itu berakhir sempurna dengan bobolnya gawang Brescia. Skor sama kuat 1-1.
Melalui Diego Milito Inter nyaris menuntaskan laga dengan kemenangan. Malang buat striker asal Argentina itu, bola sepakannya dalam posisi satu lawan satu gagal menemui sasaran.
Susunan Pemain
Inter: Castellazzi; Maicon (Cordoba 27), Lucio, Samuel (Santon 50), Chivu; Pandev, Zanetti, Sneijder (Obi 46), Coutinho; Milito, Eto'o
Brescia: Arcari; Berardi, Zebina, Martinez, Dallamano; Hetemaj, Cordova (Budel 66), Baiocco; Diamanti (Bega 83), Kone (Eder 76); Caracciolo
Langganan:
Postingan (Atom)

