Minggu, 16 Januari 2011

- Lawan Bari, Juve Krisis Pemain

Turin - Juventus menghadapi masalah besar jelang pertandingan Seri A kontra Bari. Tim asuhan Luigi Del Neri itu dilanda krisis pemain menyusul akan absennya sejumlah pemain pilar.

Bianconeri akan meladeni tantangan Bari di Stadion Olimpico Turin, Minggu (16/1/2011) malam WIB. Dengan status tim tamu sebagai penghuni dasar klasemen, Juve punya peluang besar untuk meraih kemenangan dan bangkit dari keterpurukan di Seri A, setelah sebelumnya dua kali kalah telak dari Parma dan Napoli.

Sayangnya, Juve tak bisa tampil dengan kekuatan penuh saat melawan Bari. Diberitakan Football-Italia, sejumlah pemain inti 'Nyonya Tua' harus absen dengan beragam alasan.

Luca Toni dan Fabio Grosso jadi nama-nama terakhir yang harus masuk ruang perawatan setelah mengalami cedera dalam laga Coppa Italia melawan Catania. Toni menderita cedera ligamen lutut yang memaksanya absen sekitar sebulan. Sementara betis Grosso bermasalah dan harus beristirahat selama dua sampai tiga hari.

Claudio Marchisio pun tak bisa dimainkan karena terserang flu, sementara Amauri belum siap tampil setelah menjalani operasi di hidungnya yang patah.

Felipe Melo masih harus menjalani hukuman setelah diusir wasit dalam laga melawan Parma. Sementara beberapa nama lain seperti Vincenzo Iaquinta, Paolo De Ceglie, Leandro Rinaudo, dan Fabio Quagliarella sudah lebih dulu dipastikan absen karena mengalami cedera panjang.

Sedikit kabar baik buat Juve adalah kembalinya Gianluigi Buffon di bawah mistar. Duel kontra Bari akan jadi laga Seri A perdana buat portiere 32 tahun itu sejak Mei tahun lalu.

Skuad Juventus yang disiapkan untuk melawan Bari:
Buffon, Motta, Chiellini, Salihamidzic, Del Piero, Manninger, Aquilani, Traore, Bonucci, Grygera, Sissoko, Pepe, Martinez, Krasic, Storari, Legrottaglie, Buchel, Giannetti, Sorensen
- Leonardo Nikmati Kemenangan Keempatnya

Milan - Hidup Leonardo di Inter Milan tengah berbunga. Sejak awal penunjukannya sebagai pelatih, pria asal Brasil itu selalu meraih kemenangan. Leonardo pun tak menyangkal jika tengah menikmatinya.

Kemenangan terakhir diraih Inter kala menjamu Bologna di Giuseppe Meazza, Minggu (16/1/2011) dinihari WIB. Berkat kemenangan itu, posisi La Beneamata pun naik tiga peringkat. Mereka kini duduk di posisi empat--berada di dalam zona Liga Champions.

Inter yang sempat babak-belur ketika ditangani Rafael Benitez perlahan-lahan mulai menunjukkan perbaikan. Leonardo menyebut, Inter memang dari awalnya merupakan tim yang bagus sehingga ia pun tak kaget jika perbaikan penampilan ini terjadi begitu cepat.

"Saya pikir, ini adalah Inter yang sudah lama kita saksikan sejak dulu. Ini adalah tim dengan ide dan visi yang jelas mengenai sepakbola," ujar pria 41 tahun ini di Football Italia.

"Beberapa pertandingan memang sulit, seperti ketika melawan Napoli dan harus bangkit kembali ketika melawan Catania. Tampaknya kelemahan utama kami adalah bertahan ketika menghadapi situasi bola mati, tapi mungkin itu hanya kebetulan saja."

Atas kesuksesan yang tengah dinikmatinya ini, Leonardo pun dibanding-bandingkan dengan kehidupannya selama melatih AC Milan. Kala itu, penampilan Milan di tangannya memang turun-naik.

Namun Leonardo menyangkalnya dengan mengatakan, rapornya kini ada di tangan Inter. Apa yang terjadi dengan Milan tak ada di dalam benaknya sekarang.

"Saya respek terhadap Milan. Tapi saat ini saya memiliki rapor dengan Inter. Masih ada banyak pertandingan untuk dilalui, jadi ini bukan waktunya embuat kalkulasi."
- Zanetti Samai Catatan Bergomi

Milan - Laga melawan Bologna, Minggu (16/1/2011) dinihari WIB, menjadi laga ke-519 untuk Javier Zanetti di Seri A. Dengan catatan tersebut, Zanetti pun menyamai catatan salah satu legenda Inter, Giuseppe Bergomi.

Pada laga yang dimenangi Inter Milan dengan skor 4-1 tersebut, Zanetti ditarik keluar pada menit 87 untuk digantikan Davide Santon. Para pendukung Inter pun berdiri memberikan standing ovation untuk kapten berusia 37 tahun itu.

Zanetti yang sudah membela Inter sejak 1995 pun mengaku senang dengan sambutan yang diterimanya itu. Apalagi Nerazzurri juga meraih kemenangan--membuat skuad arahan Loenardo ini masuk ke zona Liga Champions.

"Pertandingan ini adalah pertandingan yang wajib dimenangi dan kami melakukannya. Saya tak bisa meminta lebih lagi," ujarnya di situs resmi klub.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya, terutama para fans, yang selalu fantastis."

"Saya adalah bagian dari keluarga besar di sini. Ketika saya datang pertama kali, saya bukanlah siapa-siapa dan kita sudah bersama-sama menjalani perjalanan yang luar biasa ini."

"Saya ingin mengakhiri karir di sini. Kita sudah memenangi banyak, tapi kita ingin untuk terus menang," tukasnya.