Selasa, 08 Februari 2011

- Mourinho Jadi Coach of The Year 2009/10

Milan - Jose Mourinho memang sudah tidak lagi melatih Inter Milan, tapi ia masih meninggalkan bekas. Terakhir, pencapaiannya musim lalu bersama Inter membuatnya dianugerahi sebuah award.

Seperti dikabarkan Football Italia, Mourinho memenangi Panchina d'Oro atau Coach of The Year untuk musim 2009/10 di Seri A. Alasannya? Jelas karena dia berhasil membawa Inter menjadi treble winner di akhir musim.

Manajer asal Portugal itu finis di urutan terdepan dengan mengungguli Luigi Del Neri, yang musim lalu membawa Sampdoria masuk ke zona Liga Champions. Posisi ketiga diraih oleh pelatih AS Roma, Claudio Ranieri, yang membawa klubnya itu menjadi runner-up di Seri A dan Coppa Italia.

Mourinho sebelumnya juga pernah dinominasikan untuk penghargaan serupa semusim sebelumnya. Tapi kala itu ia kalah dari pria yang kini menangani AC Milan, Massimiliano Allegri.

Sementara itu pada penghargaan lainnya, yakni Panchina d'Argento, Pierpaolo Bisoli menjadi pemenangnya setelah membawa Cesena promosi dari Seri B.

Senin, 07 Februari 2011

- Inter Hantam Roma 5-3

Milan - Delapan gol tercipta saat Inter Milan menjamu AS Roma dalam lanjutan Liga Italia. Lewat laga bertempo tinggi dan keluarnya satu kartu merah, Nerazzurri memetik kemenangan dengan skor 5-3.

Di Giuseppe Meazza, Senin (7/2/2011) dinihari WIB, Inter mendapat perlawanan sengit dari Roma. Lima gol yang dibuat kubu tuan rumah datang dari Wesley Sneijder (menit 3), Samuel Eto'o ('35 dan '63), Thiago Motta (74) dan Esteban Cambiasso (90).

Sementara trigol Il Lupi tercipta dari Fabio Cimplicio (13), Mirco Vucinic (75) dan Simone Loria (81). Roma harus bermain dengan 10 orang setelah Nicola Burdisso diusir wasit pada menit 62, namun dalam kondisi kekurangan pemain mereka malah mampu melesakkan dua gol.

Tambahan tiga poin dari kemenangan ini membuat Inter kini naik satu anak tangga ke posisi tiga dengan poin 44, tertinggal lima poin dari AC Milan di posisi teratas. Anak didik Leonardo masih bisa merapatkan lagi jaraknya karena punya satu pertandingan sisa.

Jalannya Pertandingan

Inter tak butuh waktu lama untuk membuka keunggulan atas Roma karena baru tiga menit laga berjalan Sneijder berhasil menjebol gawang Julio Sergio. Mendapat sodoran bola dari Douglas Maicon, gelandang Belanda itu melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti yang mengarah ke pojok kiri atas gawang.

Roma yang tak terkalahkan sejak 9 Januari lalu tak tinggal diam karena mereka mampu membalas di menit 13. Umpan panjang Mirco Vucinic berhasil diterima oleh Marco Casetti yang langsung mengopernya ke ara tiang jauh, di mana Fabio Simplicio mampu mendorongnya ke dalam gawang sambil menjatuhkan diri.

Dua menit berselang Roma nyaris berbalik unggul, namun kegemilangan kiper Julio Cesar menghindarkan gawang tuan rumah dari kebobolan. Cesar membuat dua penyelamatan beruntun saat dia menghadang upaya Jeremy Manez dan Marco Boriello.

Inter akhirnya kembali dalam posisi memimpin di menit 34 lewat Samuel Eto'o. Menusuk di sisi kanan, Eto'o kemudian melepaskan tembakan yang gagal dihalau Julio Sergio. Inter unggul 2-1.

Striker asal Kamerun itu nyaris mencetak gol keduanya semenit berselang. Melakukan kerjasama dengan Maicon, sepakan Eto'o ke arah gawang terhalang Daniele De Rossi. Babak pertama berakhir dengan keunggulan tuan rumah 2-1.

Sengitnya pertandingan masih terjadi di babak kedua. Sepuluh menit pertandingan berjalan Giampaolo Pazzini menambah keunggulan Inter menjadi 3-1, meski kemudian gol tersebut dibatalkan karena asisten wasit mengangkat bendera tanda terjadi offside.

Inter benar-benar mengubah kedudukan menjadi 3-1 di menit 63 melalui eksekusi penalti Eto'o. Wasit menunjuk titik putih setelah Burdisso, yang menjadi pemain terakhir Roma, melanggar Pazzini. Dari momen tersebut Roma harus bermain dengan 10 orang karena Burdisso dikartu merah.

Memasuki menit 71 Inter mampu memperlebar keunggulan. Umpan silang Sneijder yang dipantulkan Eto'o berhasil dilesakkan ke dalam gawang oleh Motta.

Tertinggal dua gol dan hanya bermain dengan 10 orang ternyata tak membuat Roma menyerah. Mereka bahkan mampu mencetak dua gol tambahan yang membuat skor berubah menjadi 4-3.

Gol kedua Roma datang dari Vucinic yang meneruskan umpan tendangan bebas De Rossi di menit 75. Sementar gol berikutnya diciptakan oleh Loria setelah dia menyambar bola mental hasil tandukan Juan yang membentur tiang gawang.

Skor 4-3 membuat laga kembali berjalan menegangkan buat Interisti. Namun tiga poin akhirnya bisa diamankan Zavier Zanetti cs karena mereka bisa mencetak satu gol tambahan yang mengubah skor menjadi 5-3.

Gol penutup tersebut dibuat Cambiasso pada menit 89 memanfaatkan kerja keras Eto'o.

Susunan Pemain

Inter: Julio Cesar; Maicon, Ranocchia, Cordoba, Zanetti; Kharja, Thiago Motta, Cambiasso; Sneijder (Nagatomo 75); Pazzini (Milito 70), Eto'o

Roma: Julio Sergio; Cassetti, N Burdisso, Juan, Riise; Perrotta (Taddei 67), De Rossi, Simplicio (Greco 70), Menez (Loria 64); Borriello, Vucinic

Rabu, 02 Februari 2011

- Milan-Lazio Tanpa Pemenang

Milan - Duel antara AC Milan kontra Lazio berakhir tanpa pemenang. Skor 0-0 menutup pertandingan antara Il Diavolo Rosso versus Gli Aquilotti ini. Hasil ini tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen.

Milan menjamu Lazio di San Siro, Rabu (2/2/2011) dinihari WIB. Tuan rumah tampil dominan di pertandingan ini dengan mencatatkan 20 kali tembakan berbanding tujuh kali tembakan milik Lazio.

Namun untuk efektifitas, hanya dua kali tembakan Milan yang mengarah ke gawang Fernando Muslera. Sementara bagi Lazio hanya satu kali serangan mereka mengarah ke gawang Christian Abbiati.

Tambahan satu angka membuat Milan memperkokoh posisinya di puncak klasemen dengan nilai 48 atau unggul lima angka dari pesaing terdekatnya yakni Napoli. Sementara bagi Lazio tetap berada di urutan ketiga dengan nilai 41.

Jalannya Pertandingan

Lazio melancarkan tekanan begitu pertandingan dimulai. Bola deflected yang mengenai Cristian Ledesma mengarah ke gawang Milan. Situasi itu bisa ditangkal oleh Christian Abbiati.

Milan mendapatkan peluang di menit ke-13. Tandukan Mathieu Flamini usai menerima umpan dari Massimo Oddo masih melambung dari sasaran.

Flamini kembali memiliki kans di delapan menit berselang. Kali ini sepakan voli-nya juga masih di atas gawang Lazio yang dijaga Fernando Muslera.

Setengah jam laga berjalan, serbuan Milan yang dibangun lewat Oddo dan diakhiri sepakan Thiago Silva masih bisa dimentahkan oleh Fernando Muslera.

Babak pertama didominasi oleh Milan dengan penguasaan 56 berbanding 44. Namun hingga turun minum, tidak ada gol yang tercipta.

Ibrahimovic! Enam menit babak kedua berjalan, pemain asal Swedia ini melepaskan tembakan yang masih membentur gawang Lazio. Menti ke-52, usaha Milan lewat Flamini juga masih gagal berkat aksi Muslera.

Rossoneri benar-benar mengurung tamunya di babak kedua ini. Meski begitu anak asuh Massimiliano Allegri tidak berhasil menjaringkan satu gol pun ke gawang Lazio.

Ada pun Biancocelesti sendiri praktis tak memiliki peluang matang di sepanjang 45 menit kedua.

Susunan Pemain

Milan: Abbiati; Oddo, Bonera (Legrottaglie 46') (Papastathopoulos 90'), Yepes, Antonini, Flamini, Thiago Silva, Emanuelson, Robinho, Pato (Cassano 63'), Ibrahimovic

Lazio: Muslera; Lichtsteiner, Dias, Biava, Radu, Brocchi, Ledesma, Gonzalez (Bresciano 74'), Hernanes, Kozak, Sculli (Mauri 81')