Minggu, 13 Februari 2011

- Allegri Kritik Milan

Milan - AC Milan berhasil meraih kemenangan meyakinkan 4-0 atas Parma sekaligus memantapkan posisi di capolista. Meski begitu pelatih Milan Massimiliano Allegri memiliki kritik untuk timnya.

Milan mengalahkan Parma 4-0 dalam laga yang berlangsung dinihari tadi. Hasil ini membuat Rossoneri nyaman di puncak klasemen sementara.

Hasil positif ini merupakan jawaban yang diberikan oleh Il Diavolo Rosso atas dua hasil imbang yang mereka petik sebelumnya yakni lawan Genoa (1-1) dan Lazio (0-0).

"Ketika ada tim sekelas Milan mengalami dua hasil iimbang secara berturut-turut, maka itu memicu kontroversi dan orang terburu-buru mengatakan kami tengah krisis," seru Allegri di Football-Italia.

"Namun kami tak pernah ada dalam krisis. Nyatanya kami bermain baik di dua pertandingan itu, jadi yang kurang hanyalah hasil akhir saja," jelas mantan pembesut Cagliari tersebut.

Meski menang mutlak atas Parma dan nyaman di puncak, Allegri tetap mengkritik anak buahnya yang dia nilai terlalu cepat puas setelah unggul 2-0.

"Saya pikir hingga gol kedua kami tampil baik. Namun setelahnya kami menurunkan tempo terlalu lambat dan tidak lagi berusaha untuk mengancam lawan."

"Sebuah kesalahan untuk sudah merasa nyaman terlalu cepat dan di waktu lalu kami harus membayar mahal untuk sikap seperti itu. Saya berterimakasih karena gol-gol Robinho menyelesaikan perlawanan Parma, namun kami seharusnya bisa meyudahi permainan lebih cepat," tegas dia.
- Bantai Parma, Milan Mantap di Puncak

Milan - AC Milan memantapkan posisinya di puncak klasemen sementara menyusul kemenangan telak atas Parma 4-0. Separuh dari total gol Il Diavolo Rosso dibukukan oleh Robinho.

Milan membantai Parma empat gol tanpa balas dalam laga di San Siro, Minggu (13/2/2011) dinihari WIB. Keran gol Il Diavolo Rosso dibuka Clarence Seedorf di menit kedelapan, kemudian disusul Antonio Cassano sembilan menit kemudian. Dua gol Robinho di babak kedua melengkapi pesta Milan.

Dengan hasil ini Milan mantap di puncak klasemen dengan poin 52 atau unggul enam angka dari peringkat kedua Napoli. Ada pun Parma ada di urutan 15 dengan nilai 26.

Jalannya Pertandingan

Milan melancarkan tekanan di menit awal pertandingan. Sepakan Clarence Seedorf dari luar kotak penalti masih bisa ditepis Antonio Mirante.

Gol! Milan membuka skor di menit kedelapan lewat Clarence Seedorf. Gol ini berawal dari sodoran Zlatan Ibrahimovic ke kotak penalti. Seedorf kemudian mengolah bola dan mengecoh Mirante yang mencoba maju untuk menutup ruang tembak.

Menit ke-13, Parma memiliki peluang. Terobosan Sebastian Giovinco disambut tembakan Antonio Candreva dari sisi kanan. Usaha itu masih bisa dihentikan Christian Abbiati.

Milan menggandakan keunggulan di menit ke-17 lewat Antonio Cassano. Setelah bertukar umpan dengan Gennaro Gattuso, Cassano yang lolos dari penjagaan pemain lawan melepas tembakan yang gagal dicegah Mirante.

Sepuluh menit berselang Il Diavolo Rosso punya kans. Namun tendangan Alexander Merkel ketika menyambut umpan Seedorf tidak mengenai bola.

Setengah jam laga berjalan, Milan memiliki dua peluang yang masing-masing diciptakan Cassano dan Ibrahimovic. Dua kans tersebut berhasil digagalkan Mirante.

Milan terus menekan di sepanjang babak pertama. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Abbiati menggagalkan usaha Parma di menit ke-58. Sepakan keras Blerim Dzemaili dari luar kotak penalti berhasil ditepis kiper Milan tersebut.

Rossoneri semakin mantap dengan keunggulan 3-0 saat laga memasuki menit 62. Gol ketiga bagi tuan rumah dibukukan oleh pemain pengganti Robinho.

Gol ini diawali pergerakan Cassano ke kotak penalti. Selanjutnya Cassano mengoper bola ke Robinho yang ada di sebelah kanan. Dalam posisi tak terkawal, pemain Brasil itu melepas tembakan yang menembus gawang tim tamu.

Tiga menit berselang Milan menambah pundi gol-nya dan kembali Robinho sebagai pencetak skor. Proses gol ini nyaris serupa dengan gol sebelumnya.

Umpan Cassano berhasil diterima Robinho yang ada di sebelah kiri. Tanpa mendapat penjagaan ketat, eks Real Madrid dan Manchester City itu leluasa melepas tembakan yang merobek gawang Gialloblu.

Parma berusaha mengejar ketinggalan lewat upaya yang dilakukan Dzemaili dan Carvalho Amauri. Namun aksi yang dilancarkan pemain tim tamu masih kandas di tangan Abbiati.



Susunan Pemain

Milan: Abbiati; Silva, Nesta, Antonini, Oddo, Van Bommel, Seedorf (Robinho 58'), Merkel, Gattuso (Flamini 63'), Cassano, Ibrahimovic (Pato 68')

Parma: Mirante; Lucarelli, Paci, Gobi, Zaccardo, Dzemaili (Galoppa 85'), Giovinco (Angelo 69'), Valani, Candreva, Amauri, Crespo (Bojinov 69')

Sabtu, 12 Februari 2011

- Preview: Jamu Napoli, Roma Krisis di Lini Belakang

Laga yang diperkirakan akan berlangsung sengit akan berlangsung di akhir pekan ini. Kedua tim yang saat ini sedang berada di papan atas klasemen Seri A, AS Roma dan Napoli akan saling berebut angka untuk menjaga peluang mereka menjadi juara di akhir musim.

Napoli mengalahkan Roma di kandang mereka sendiri dengan skor 2-0 di pertemuan pertama mereka pada musim ini sebelum meraka mengganti pelatih mereka dari yang semula Roberto Donadoni menjadi Walter Mazzari. Pergantian ini lantas melejitkan posisi Napoli hingga menduduki peringkat dua klasemen sementara Serie A berselisih tiga poin dari pemuncak klasemen, AC Milan.

Bulan Februari menjadi bulan yang penting bagi Napoli, selain melawan AS Roma, tim tempat Maradona bermain ini juga harus menghadapi Villareal di Europa League. Karenanya hasil positif di stadion Olimpico ini akan menjadi bekal yang bagus menghadapi The Yellow Submarine.

Roma sebenarnya mempunyai skuad yang lebih bagus, tetapi kekalahan 5-3 dari Inter Milan di San Siro bisa menjadikan sandungan akan ambisi mereka sendiri. Kekalahan itu membuat posisi Roma turun hingga posisi ke-7 berselisih 10 poin dari San pemuncak klasemen, AC Milan, tetapi Roma memiliki satu laga sisa.

Absennya Philippe Mexes dan Nicolas Burdisso memaksa pelatih Roma, Claudio Ranieri harus bekerja lebih keras mempersiapkan skuadnya.

Rumor yang beredar di Italia, kemungkinan Ranieri akan memilih untuk memainkan gelandang mereka Daniele De Rossi sebagai bek daripada menurunkan Simone Loria. Ranieri khawatir Loria yang sering melakukan kesalahan akan menjadi titik lemah kala bertanding melawan Tridente berbahaya milik Napoli.

Penyerang Napoli, Edinson Cavani yang juga merupakan top skor sementara liga Italia Serie A tentunya akan mendapat perhatian khusus pasukan serigala Roma. Namun hanya 6 dari total 18 gol yang Cavani lesakkan di musim ini yang dicetaknya di laga tandang.

Hal ini bisa saja menjadi keuntungan bagi Roma, sekalipun data statistik berbicara bahwa Roma hanya bisa sekali mengakhiri laga tanpa kemasukan gol dalam lima pertemuan terakhir mereka dengan Napoli

Hasil lima laga terakhir di Liga Italia Serie A: AS Roma (K M M S K) Napoli (S M M K M)