Jumat, 26 November 2010

- Coppa Italia
Lazio Tanpa Kendala, Catania Pesta Gol

Roma - Lazio melaju mulus ke babak kelima Coppa Italia setelah menundukkan klub Seri B, U.C. AlbinoLeffe. Pada laga lain yang mempertemukan dua tim Seri A, Catania mengandaskan Brescia dengan 5-1.

Dalam pertandingan babak keempat yang dilangsungkan di Stadion Olimpico, Jumat (26/11/2010) dinihari WIB, Lazio sama sekali tak kesulitan memetik kemenangan dengan skor 3-0. Hasil tersebut meloloskan anak didik Eduardo Reja ke babak 16 besar.

Tuan rumah sudah membuka keunggulan saat laga baru berjalan 15 melalui Javier Garrido. Skor berubah menjadi 2-0 di menit 45 setelah Guglielmo Stendardo merobek jala tim tamu untuk kali kedua.

Lima menit sebelum laga berakhir, Simone Del Nero memperbesar keunggulan Lazio dengan gol yang dia buat. Skor 3-0 bertahan hingga akhir dan memastikan didapatnya tiket babak perdelapanfinal oleh Biancoceleste.

Sementara pada laga lainnya yang dihelat di Stadio Angelo Massimino, Catania memetik kemenangan besar saat menjamu Brescia. Tuan rumah memaksa tamunya pulang menaggung malu dengan skor 5-1.

Catania unggul cepat melalui Raphael Martinho saat pertandingan baru berjalan 13 menit. Namun kemudian Brescia mampu menyamakan kedudukan lewat Robert Feczesin lima menit berselang. Skor 1-1 tersebut bertahan hingga turun minum.

Di paruh kedua baru Catania bangkit dan total melesakkan empat gol tambahan. Gaston Maxi Lopez kembali membawa tuan rumah unggul lewat golnya di menit 55, untuk kemudian diperbesar kembali oleh Simone Pesce di menit 58.

Delapan menit sebelum bubaran Mirco Antenucci tak mau ketinggalan menyumbang gol. Gol penutup kemenangan tuan rumah dilesakkan kembali oleh Gaston Maxi Lopez di menit 86.

Juga memetik kemenangan dalam laga dinihari ini adalah Bologna. Melawat ke Cagliari, Rossoblu membawa pulang keunggulan 3-0 melalui gol-gol yang datang dari Gaston Ramirez (84), penalti Riccardo Meggiorini (32) dan Henry Gimenez (90).
- Jalan Berat Menanti Milan

Milan - Kesuksesan AC Milan duduk di puncak klasemen Seri A menghadirkan dua sisi. Yang pertama, memperbesar peluang mereka menuju Scudetto. Yang kedua, membuat tim-tim lain gatal untuk menaklukkan mereka.

Performa Milan belakangan sungguh apik. Empat laga terakhir di Seri A dilalui dengan kemenangan, di mana salah satunya diraih atas rival sekota, Inter Milan. Rossoneri kini mengoleksi 29 angka atau unggul tiga angka atas Lazio yang ada di urutan dua.

Sebagai tambahan dari catatan bagus itu, Milan kini juga sudah memastikan diri lolos ke fase knock-out Liga Champions. Yang terakhir ini mereka pastikan setelah menang 2-0 atas AJ Auxerre di matchday V, Kamis (25/11/2010) dinihari WIB.

Tapi serentetan catatan memuaskan ini juga menghadirkan sisi lain. Kalau tak mau cerita menyenangkan ini cepat hilang, Milan harus mulai pasang sikap waspada dalam setiap laga yang mereka hadapi.

"Waktu yang sulit akan segera datang. Semua tim yang kami hadapi mulai sekarang akan bersikap beda karena menghadapi pimpinan klasemen. Mereka juga akan memberikan 100 persen kemampuan mereka," ujar Gennaro Gattuso di Football Italia.

"Sebelumnya, mereka juga sudah melakukannya. Karena menghadapi Milan adalah sebuah pertandingan yang penting."

"Tapi ketika Anda berada di depan, maka satu pertandingan adalah satu langkah menuju akhir tujuan. Tiga poin menjadi hal yang penting dari pekan ke pekan," tukasnya.
- 'Musim Terakhir Nesta di Milan'

Milan - Musim depan AC Milan terancam kehilanga palang pintu terbaiknya. Meski sempat menyatakan bakal pensiun bersama Rossoneri, Alessandro Nesta disebut bakal hengkang di akhir musim nanti.

Adalah Thiago Silva yang membocorkan kabar kontoversial soal kelanjutan masa depan rekan kerjanya tersebut. Dikatakan kontroversia karena hanya beberapa pekan lalu Nesta sudah menyatakan akan bertahan bersama Diavolo Rosso hingga masuk masa pensiun.

"Disayangkan, karena dalam pandangan saya ini akan menjadi musim terakhir Sandro (Alessandro Nesta) bersama Milan. Sangat disayangkan melihat dia pergi di akhir musim yang sedang berjalan ini," sahut Silva seperti dikutip dari Football Italia.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Milan ataupun Nesta terkait penyataan bek asal Brasil itu. Yang jelas Nesta memang pernah dikabarkan bakal kembali membela Lazio sebelum akhirnya gantung sepatu.

Diavolo Rosso memboyong Nesta dari Lazio pada tahun 2002 menyusul masalah keuangan yang melanda klub ibukota Italia tersebut. Sejak saat itu dia langsung menjadi bagian tak terpisahkan dari skuad utama Milan.

Selama delapan tahun menetap di San Siro, mantan bek internasional Italia itu total telah menyumbang delapan gelar bergengsi. Di antaranya adalah dua trofi Liga Champions, serta masing-masing satu gelar Scudetto dan Kejuaraan Dunia Antarklub.