Jumat, 25 Februari 2011

- Ibra: Milan Lebih Besar daripada Inter

Milan - Zlatan Ibrahimovic mengatakan dirinya tidak bisa bicara tentang hal buruk tentang Inter Milan. Namun ketika ditanya siapa klub terbesar di kota Milan, pemain Swedia itu menjawab AC Milan.

Inter menjadi bagian dari masa lalu Ibrahimovic. Pemain bertubuh jangkung itu berseragam tim "biru-hitam" tahun 2006 hingga 2009.

Banyak kesan mendalam yang dirasakan Ibra selama membela La Beneamata. Ia mengantar Inter memenangi scudetto musim 2006/07. Itu adalah kali pertama Nerazzuri juara liga Italia dalam kurun waktu 17 tahun terakhir.

Selama bermukim di Giuseppe Meazza, total tiga scudetto dan dua gelar Supercoppa Italia dipersembahkan oleh Ibra. Pemain kelahiran 3 Oktober 1981 itu juga meriah sejumlah gelar individual, salah satu di antaranya adalah top skorer Seri A.

Kini saat Ibra membela rival sekota Inter, AC Milan, apakah pemain Swedia itu bakal memberikan cap "buruk" kepada sang mantan? "Saya memang tidak bisa mengatakan hal-hal jelek terkait Inter karena saya menjalani periode fantastis di sana. Namun saya pikir secara historis Milan merupakan klub yang lebih besar di kota ini," ujar Ibrahimovic di Reuters.

Pemain yang juga pernah membela Ajax Amsterdam dan Juventus itu menilai bahwa saat ini Milan tengah menjalankan sebuah program yang cukup menjanjikan.

"Ketika saya bergabung di Milan, saya ditunjukkan sebuah proyek yang berlangsung di sekitar saya dan saya dijanjikan banyak hal yang kini semua itu tengah berjalan," ujar striker 29 tahun itu.

"Proyek ini sedang berkembang dan saya pikir tahun depan kami merupakan salah satu tim yang memiliki kualitas untuk bertarung di semua kompetisi," tuntas dia.
- Jelang Liga Italia
Tanpa Lavezzi, Napoli Siap Hadang Milan

Jakarta - Dua tim teratas di klasemen Liga Italia, AC Milan dan Napoli, akan baku hantam di pekan 27 Seri A. Meski tak diperkuat salah satu pilarnya, Ezequiel Lavezzi, Partenopei percaya kalau Rossoneri bisa ditundukkan.

Di depan pendukungnya sendiri, Stadion San Siro, Milan akan mencoba mempertahankan puncak klasemen saat menjamu tim yang sejak awal 2011 setia membuntuti di posisi dua, Napoli.

Jelang laga krusial tersebut Napoli justru harus kehilangan salah satu pemain intinya. Ezequiel Lavezzi dipastikan tak akan merumput dalam pertandingan yang akan dilangsungkan Selasa (1/3/2011) dinihari WIB tersebut setelah dia dijatuhi hukuman larangan bertanding sebanyak tiga laga akibat meludahi bek AS Roma, Aleandro Rosi.

Absennya striker 25 tahun itu akan jadi kehilangan besar buat Napoli. Duetnya bersama Edison Cavani di sepanjang musim ini telah menjadikan mereka berdua salah satu pasangan paling berbahaya di Seri A. Sebuah kondisi yang mau tak mau harus dihadapi Walter Mazzarri.

"Tak ada yang bisa kami lakukan. Lavezzi adalah salah satu kunci permainan kami dan dia telah diambil dari kami. Dihukum saat kami berada di titik paling krusial sepanjang musim terasa pahit dan kami tak punya pengganti alami dari Pocho (Lavezzi)," sesal Mazzarri di Yahoosports.

Meski kekuatannya berkurang, Napoli tak lantas pesimistis dengan peluang memetik kemenangan di kandang 'Setan Merah'. Keberhasilan bersaing di papan atas menunjukkan kalau Marek Hamsik cs punya daya saing menghadapi siapapun.

"Kami harus menjalani dengan kondisi itu. Napoli menghormati sepakbola dan kami akan menunjukkan kedewasaan kami lagi. Kami melewati sebuah ujian kedewasaan. Saya dapat respon yang bagus dari semua orang dan ini berarti saya bisa mengandalkan semua pemain saya," tuntas Mazzarri.

Masalah Napoli bukan cuma absennya Lavezzi. Dengan harus bertarung di Liga Europa malam tadi, Napoli punya waktu istirahat yang lebih singkat dibanding Diavolo Rosso, yang terakhir bertanding menghadapi Chievo akhir pekan kemarin.
- Penting Buat Milan, Pato Tak Akan Dilego

Milan - Usai mengalami cedera kontribusi Alexandre Pato di AC Milan terus berkurang. Meski belakangan lebih sering jadi pemain pengganti, Rossoneri menolak untuk menjual striker mudanya itu.

Pato harus menjalani persaingan sengit di lini depan Milan musim ini menyusul kedatangan Zlatan Ibrahimovic, Robinho dan kemudian Antonio Cassano. Malang buatnya, dalam kondisi seperti itu performanya belakangan dianggap tidak stabil.

Setelah sempat mengalami cedera, yang membuatnya absen cukup panjang di penghujung 2010 lalu, Pato dianggap tak benar-benar bisa menemukan sentuhannya kembali. Apalagi dia juga tak cocok berpartner dengan Ibra di lini depan.

Dalam beberapa kesempatan penyerang berjuluk 'Si bebek' itu memang masih bisa mencetak gol penentu kemenangan Rossoneri. Namun karena kehadirannya di starting eleven semakin berkurang, muncul kabar kalau Milan akan melegonya.

Real Madrid dan Chelsea sempat dikabarkan mengincar pesepakbola asal Brasil itu. Namun kubu Milan memastikan kalau Pato tidak akan dilepas ke manapun.

"Pemain Brasil itu penting buat Milan dan dipastikan akan bertahan di sini," tegas wakil presiden Milan Adriano Galliani di Football Italia.

Pato sejauh ini sudah menyumbang 10 gol buat Diavolo Rosso dari 16 kali dimainkan. Dengan jumlah tersebut Pato, bersama Robinho, menjadi top skorer kedua Milan di belakang Ibra yang sudah melesakkan 13 gol.