Minggu, 27 Februari 2011

- 'Ini Bukan Juventus yang Sesungguhnya'

Turin - Pelatih Bologna Alberto Malesani mengaku terkejut saat timnya berhasil mengalahkan Juventus di Turin. Malesani menilai tim yang dikalahkan Bologna bukanlah Juve yang sesungguhnya.

Rossoblu mengatasi Bianconeri 2-0 dalam laga yang digelar di Olimpico, Turin, dinihari tadi.

Kekalahan ini merupakan yang kedua yang diderita Juventus secara berturut-turut setelah di pekan sebelumnya dibekuk Lecce dengan skor yang sama.

Pelatih Bologna Alberto Malesani mengaku terkejut saat timnya berhasil mengalahkan La Vecchia Signora.

"Bagi saya rasanya seperti mustahil bahwa Juve yang kami kalahkan ini merupakan Juve yang sesungguhnya," kata Malesani dikutip dari Football-Italia.

Menurut allenatore berusia 56 tahun tersebut, masalah yang dihadapi oleh Zebra Turin adalah soal mental.

"Mungkin masalah psikologis yang membuat Juve bermain seperti saat ini. Saya menyukai Juve. Dalam pandangan saya, sekali mereka bisa mengatasi masalah mental ini, maka Juve akan menjadi sangat kuat," tuntas dia.

Soal mental ini juga diakui oleh bek Juventus Giorgio Chiellini. "Di babak kedua kami membuat kesalahan yang harus kami bayar," ujar dia di situs resmi Juve.

"Kami kehilangan rasa percaya diri dan lawan bisa mengambil keuntungan dari itu. Setelah kebobolan, kami jadi kurang tenang dan tidak bermain dengan luwes," lanjut bek asal Italia itu.

"Kondisi ini sungguh disayangkan karena terjadi di saat seperti ini. Kami butuh suntikan semangat dan rasa percaya diri. Mungkin bila kami bisa unggul atas Bologna, kami bisa menang," pungkas dia.
- Del Neri: Konsistensi Tak Ada dalam DNA Juve

Turin - Luigi Del Neri sangat kecewa dengan kekalahan kandang yang diderita Juventus. Del Neri menyebut konsistensi tak ada dalam DNA Bianconeri. Dia pun meminta anak buahnya segera berbenah.

Takluk 0-2 di tangan Bologna jelas jadi hasil memalukan buat 'Nyonya Tua'. Ini adalah kekalahan kedua berturut-turut yang diderita Juve setelah akhir pekan lalu mereka kalah dengan skor yang sama di markas Lecce.

Dua hasil buruk saat melawan tim medioker itu mengherankan Del Neri. Pasalnya, anak buahnya malah bisa menang saat meladeni juara bertahan Inter Milan. Konsistensi pun dituding jadi biang keladinya.

"Konsistensi tak ada dalam DNA kami. Tiap kali kami kebobolan, saat itulah kami kehilangan konsentrasi," ungkap Del Neri, seperti dikutip Football-Italia.

"Tidak mungkin bagi klub sekelas Juventus, setelah kemenangan atas Inter, bisa membuang segalanya dalam waktu dua pekan," tambahnya.

Pelatih 60 tahun itu tak ingin timnya makin terpuruk. Dia pun meminta Alessandro Del Piero cs. segera bangkit.

"Ini akan jadi musim yang sulit yang sangat mengecewakan jika kami terus seperti ini," lugasnya.

"Saya tak percaya saya kehilangan keseluruhan skuad dalam tempo 15 hari, meski jelas ada banyak yang harus ditingkatkan. Memang memalukan untuk para fans karena seharusnya mereka mendapatkan sesuatu yang berbeda," tandas Del Neri.
- Di Natale Tolak Juventus karena Napoli

Udine - Antonio Di Natale memutuskan untuk bertahan di Udinese meski sempat diminati Juventus pada awal musim ini. Rupanya, ia menolak lamaran Juve karena tak mau mengkhianati Napoli.

Juve melakukan perekrutan besar-besaran pada awal musim ini. Beberapa nama tenar digaet yang digaet antara lain Milos Krasic, Alberto Aquilani, Fabio Quagliarella, Leonardo Bonucci, dan Simone Pepe.

Satu nama lain yang diincar Bianconeri adalah Di Natale. Meski usianya sudah tak muda lagi, ketajamannya di depan gawang lawan masih sangat bisa diandalkan.

Namun, striker 33 tahun itu memutuskan untuk menampik tawaran 'Nyonya Tua' dan lebih memilih bertahan di Udinese. Keputusan ini rupanya dilatarbelakangi oleh Napoli. Apa hubungannya?

"Juventus sangat menginginkan saya, tapi saya tak pernah bisa menerimanya," ungkap Di Natale, seperti dikutip Football-Italia.

"Di musim lalu, Napoli meminta saya bergabung dengan mereka, tapi saya bilang kepada Presiden Aurelio De Laurentiis bahwa saya tak ingin meninggalkan Udine," sambungnya.

"Jika saya menerima tawaran Juventus hanya 12 bulan kemudian, itu akan jadi pengkhianatan buat Napoli, klub kota kelahiran saya," tuntasnya.