Selasa, 01 Maret 2011

- Penalti Milan Dipertanyakan

Milan - Kubu Napoli bisa menerima kekalahan 0-3 yang mereka derita dari AC Milan. Meski demikian, mereka masih menyimpan tanda tanya soal penalti yang berujung gol pertama Rossoneri.

Wasit Gianluca Rocchi memberi hadiah penalti kepada Milan pada awal babak kedua. Dia mendakwa Salvatore Aronica melakukan handsball di area terlarang saat berebut bola dengan Pato. Keputusan Rocchi ini sontak mengundang protes dari para pemain tim tamu. Pasalnya, masih jadi perdebatan apakah tangan Aronica dianggap dalam kondisi aktif atau tidak saat mengenai bola.

Meski demikian, Rocchi tetap bergeming pada keputusannya. Zlatan Ibrahimovic yang ditunjuk menjadi eksekutor penalti melakukan tugasnya tanpa cacat dan membawa Milan unggul 1-0.

"Sampai dengan insiden penalti pertandingan seimbang kemudian segalanya berubah," cetus pelatih Napoli, Walter Mazzarri, seperti dikutip Football-Italia.

"Saya berjuang untuk berpikir bahwa itu penalti," sambung Mazzarri.

"Penalti itu bisa diberikan. Kadang begitu kadang tidak. Malam ini wasit memutuskan untuk memberikannya."

"Tapi saya tidak ingin membicarakan wasit, terutama karena ada keputusan yang meragukan lain yang dibuat, seperti beberapa offside, jadi saya ingin menghindari berbicara tentang mereka."

Allenatore Milan, Massimiliano Allegri, mengakui bahwa penalti yang didapat timnya memang kontroversial.

"Itu tampak seperti penalti dari pinggir lapangan, tetapi ada beberapa keraguan bila Anda melihatnya pada replay," ujar Allegri.

"Tapi terlepas dari insiden itu, kami bermain dengan baik. Kami tak membiarkan Napoli melepaskan satu tembakan ke arah gawang dan saya pikir kami pantas menang," pungkasnya.
- Kesampingkan Scudetto, Pato Fokus ke Juventus

Milan - Kemenangan meyakinkan atas Napoli tak lantas membuat AC Milan jumawa dengan kans meraih Scudetto. Tak mau berpikir terlalu jauh, Alexandre Pato menyebut kalau fokus Rossoneri kini adalah Juventus.

Menghadapi tim yang jadi kuda hitam di sepanjang musim ini, Napoli, kemenangan besar berhasil dipetik Milan. Gol-gol dari Zlatan Ibrahimovic, Kevin Prince Boateng dan Alexandre Pato memberi Diavolo Rosso keunggulan 3-0.

Hasil tersebut bukan cuma mengokohkan Milan di puncak klasemen. Lebih jauh lagi, tambahan tiga poin dari laga itu membuat Alessandro Nesta dkk. sementara lepas dari tekanan yang diberikan Inter Milan.

Meski kini punya keunggulan lima poin atas Nerazzurri dan memimpin tujuh angka atas Napoli, Pato tak mau terlalu bergembira menyambut hasil tersebut. Yang ada di kepalanya kini adalah Juventus, lawan yang akan dihadapi pekan depan di Seri A.

"Kami tidak memikirkan Scudetto. Kami fokus pada pertandingan selanjutnya menghadapi Juventus," sahut Pato di Football Italia.

Pato menjadi bintang dalam laga yang dilangsungkan di San Siro tersebut. Meski tak bisa berbuat banyak di babak pertama, dia kemudian menjadi kreator permainan Milan di babak kedua plus mencetak gol dan satu asisst.

Kontribusi tersebut seakan memupus kritik yang belakangan datang ke arah Pato. Striker berjuluk 'Si Bebek' itu sempat dianggap kehilangan sentuhannya dan tak cocok berduet dengan Ibra di lini depan.

"Saya suka bermain di tim ini. Ada banyak juara di tim ini, mereka bukan teman saya, mereka adalah saudara saya. Saya senang dengan fakta bahwa kami memainkan pertandingan besar."

"Saya selalu ingin bermain, tapi pelatih yang membuat keputusan yang dia pikir tervaik untuk tim dan saya tahu saya harus bekerja keras," tuntas Pato.
- Juventus Merugi Rp 480 M di Paruh Pertama Musim

Turin - Rapor merah Juventus tak cuma soal prestasi timnya di atas lapangan. Dari sisi keuangan klub tersukses di Italia itu juga tengah terpuruk setelah mengalami kerugian di paruh pertama musim 2010/2011.

Dalam laporan keuangan yang dirilis pihak klub, Senin (28/1/2011) waktu setempat, pihak Juventus mengumumkan kerugian di paruh pertama musim sebesar 39,5 juta euro atau sekitar Rp 480 miliar.

Kerugian ini dianggap jadi pukulan buat Bianconeri mengingat pada periode yang sama tahun lalu mereka malah mampu mengeruk keuntungan sebesar 14,2 juta euro. Demikian dikutip dari AFP.

Di sisi lain Juventus juga mengalami penurunan pendapatan. Sejak awal musim lalu klub tersukses di Italia itu cuma bisa mengumpulkan pemasukan sebesar 88,8 juta euro, angka tersebut menurun 28% dari apa yang mereka dapat di periode yang sama tahun lalu.

Kerugian dan penurunan jumlah pendapatan yang dialami Juventus disebabkan terdepaknya mereka terlalu dini dari kompetisi Eropa. Juga telah tersingkir di Coppa Italia dan peluang jadi juara yang nyaris hilang, Juventus terancam kembali merugi di paruh kedua musim, pihak manajemen malah memprediksikan akan ada "kerugian signifikan" dalam periode tersebut.

Juventus saat ini juga dalam priode kurang baik terkait daya saing mereka di kompetisi lokal dan Eropa. Alessandro Del Piero cs kini duduk di posisi tujuh klasemen sementara dengan poin 41 atau tertinggal 17 poin dari AC Milan di posisi teratas.

Akhir pekan kemarin Juve juga menderita kekalahan 0-2 atas Bologna di kandang sendiri, itu merupakan kekalahan kedua secara beruntun setelah sebelumnya tunduk dengan skor yang sama atas Lecce.