Jumat, 17 September 2010

- Jelang Roma vs Bologna
Masalah Internal Berpotensi Ganggu Roma

Roma - AS Roma bisa dikatakan sebagai raksasa Seri A yang menjalani start terburuk. Di tengah upaya untuk bangkit, Giallorossi justru tengah dihadapkan pada masalah internal.

Roma saat ini berada di peringkat kedua dari bawah klasemen sementara Seri A. Sekali seri dan sekali kalah merupakan hasil yang dipetik Claudio Ranieri. Bahkan kekalahan yang didapatkan terasa menyesakkan karena mereka dibantai Cagliari 1-5.

Akhir pekan ini Roma punya kesempatan untuk memperbaiki diri. 'Serigala Ibukota 'menjamu Bologna (19/9/2010). Dari rekor pertemuan sejak 1990, Il Lupi unggul telak atas Giallorossi dengan mencatat 14 kali menang, lima imbang, dan lima kali kalah.

Namun jelang pertandingan yang seyogyanya bisa menjadi momen perbaikan, kondisi Roma justru sedang tidak ideal. Ancaman konflik internal membayangi.

Ini dipicu oleh pernyataan kapten Francesco Totti yang mengkritik strategi catenaccio yang diterapkan Ranieri ketika menghadapi Bayern Munich di Liga Champions tengah pekan ini. Roma kalah dan Totti mengatakan bahwa tim tidak bisa tampil dengan strategi seperti itu.

Ranieri sendiri mengaku tidak berniat membalas opini dari sang Il Capitano. Namun eks pembesut Juventus itu mengatakan bahwa: "Andai kita bisa memetik hasil seri, maka Anda akan terus berkata bahwa ini merupakan sebuah mahakarya."

Diberitakan La Gazzetta dello Sport, Ranieri dan Totti selanjutnya berbicara empat mata dalam sesi latihan hari Kamis kemarin waktu setempat. Ranieri mengatakan bahwa ucapan sang 'Pangeran Roma' telah membuatnya sakit hati.

Totti kemudian menjelaskan alasannya dan berkata kepada sang allenatore bahwa tim memiliki banyak potensi di lini depan yang harus dimaksimalkan.

Belum ada kejelasan atas friksi yang terjadi. Diberitakan Football-Italia, Roma memutuskan untuk melakukan gerakan tutup mulut dan baru mau berbicara kepada media setelah laga melawan Bologna.
- Liga Italia Pekan Ini
Tim-tim Unggulan Perlu Lebih Meyakinkan

Jakarta - Dua pekan berlalu tanpa hasil yang benar-benar sempurna dari tim-tim unggulan. Mampukah mereka menunjukkan taji yang sebenarnya pada pekan ketiga akhir pekan ini?

Tengok saja papan klasemen Seri A saat ini. Dari empat nama teratas, tak ada juara bertahan Inter Milan, AC Milan, Juventus atau AS Roma. Inter dan Milan tercecer di urutan enam dan tujuh. Sementara Juve dan Roma lebih jauh; di urutan 15 dan 19.

Dari keempatnya, catatan Inter adalah yang paling lumayan. Setelah bermain imbang 0-0 dengan Bologna di pekan pertama, skuad arahan Rafael Benitez itu berhasil mereguk kemenangan 2-1 atas Udinese.

Lain lagi dengan Milan. Alexandre Pato cs. sempat tampil sangat meyakinkan dengan membantai Lecce 4-0. Namun, performa mereka di pekan kedua sungguh bertolak belakang; mereka dibekap Cesena, yang disebut pelatih Massmiliano Allegri sebagai 'pasukan murah', dengan skor 0-2.

Juve yang memiliki banyak muka baru di skuadnya juga tak menampakkan ketangguhan. Dua pekan berlalu, mereka belum meraih kemenangan satu kali pun. Bianconeri kalah 0-1 dari Bari dan seri 3-3 dengan Sampdoria.

Yang terburuk adalah Roma. Setelah bermain imbang 0-0 dengan Cesena di laga pembuka, mereka menelan kekalahan telak 1-5 dari Cagliari. I Lupi pun harus puas duduk satu tingkat di atas juru kunci.

Laga di Eropa--baik di Liga Champions dan Liga Europa--pun setali tiga uang. Kecuali Milan yang menang 2-0 Auxerre, ketiga lainnya gagal menang. Inter ditahan 2-2 oleh FC Twente, Juve diimbangi Lech Poznan 3-3 dan Roma dipukul 0-2 oleh Bayern Munich.

Dengan modal compang-camping seperti itu, bagaimana peruntungan mereka akhir pekan ini?

Inter akan berlaga di kandang Palermo yang dalam dua pekan pertama belum pernah meraih kemenangan. Tak ada masalah dengan lini serang Inter, kendati Diego Milito masih belum menunjukkan ketajaman. Yang harus diwaspadai hanyalah rentannya barisan belakang mengingat sudah tiga gol bersarang dalam dua pertandingan terakhir.

Sementara Milan akan berjumpa dengan Catania yang sebelumnya sukses membekap Parma 2-1. Di atas kertas, Milan seharusnya bisa menundukkan sang tamu, apalagi kalau bisa memanfaatkan momentum Zlatan Ibrahimovic yang baru saja menceploskan dua gol di Liga Champions.

Juve akan kebagian Udinese, si juru kunci. 'Si Kuda Zebra' sangat butuh kemenangan dan inilah saatnya. Namun, jangan sampai Udinese mendadak jadi Lech Poznan kedua dan tiga angka kembali gagal digapai.

Terakhir adalah Roma yang akan menghadapi sesama penghuni zona merah, Bologna. Sama-sama timpang, sama-sama belum pernah menang. Asal Roma bisa memaksimalkan potensinya, Bologna di atas kertas bisa ditundukkan.

Selasa, 14 September 2010

- Moratti 'Syukuri' Kegagalan Ibrahimovic

Milan - Zlatan Ibrahimovic melakukan debutnya untuk AC Milan dengan pahit. Mantan bosnya di Inter Milan, Massimo Moratti, tidak bersimpati atas kegagalan bomber internasional Swedia itu.

Ibrahimovic langsung menjadi starter dalam partai perdananya bersama Milan hari Sabtu (11/9/2010) lalu melawan tim promosi Cesena di Seri A. Di akhir laga ia harus merasakan kekalahan timnya itu dengan skor 0-2.

Yang lebih memilukan adalah, bintang pinjaman dari Barcelona itu tidak berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan dari titik penalti. Eksekusinya di menit-menit terakhir mengenai mistar gawang.

Beberapa jam sebelumnya Inter juga turun ke lapangan, dan mereka meraih kemenangan setelah bermain seri di pekan pertama. Pasukan La Beneamata unggul 2-1 atas Udinese.

Moratti, yang sempat berharap Ibrahimovic tidak bergabung ke Milan yang notabene rival besar Inter, memberi komentar atas kegagalan eks pemain kesayangannya itu. Buat dia, kegagalan Ibrahimovic melengkapi kegembiraan suporter Nerazzurri di hari itu.

"Dari sebuah sudut pandang tertentu, kemarin adalah hari yang sempurna untuk fans Inter. Tapi tidak buat saya secara pribadi," tukas raja minyak Italia itu lewat situs resmi timnya, Senin (13/9).

"Saya menonton Ibra, dan dia mengenai gawang. Tidak meleset sih, tapi juga tidak masuk," sambungnya.